Breaking News:

Siswa SMAN 1 Semarang yang Dikeluarkan Ambil Langkah Hukum Begini

Kepada Tribunjateng.com, Anin mengatakan dia dan orang tuanya telah memasrahkan penanganan kasus ini kepada kuasa hukumnya.

Penulis: muh radlis | Editor: iswidodo
tribunjateng/dok
ilustrasi 

Kuasa hukum Anin, Dio Hermansyah, mengaku sangat menyesalkan tindakan kepala sekolah yang mengeluarkan kedua siswa.

Dio mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh kepala sekolah terbilang otoriter.

"Siswi itu sudah kelas tiga, apakah tidak ada jalan lain. Saya dapat keterangan dari Anin, ada dua opsi pembinaan yang dilakukan pihak sekolah. Pembinaan dalam disuruh mengundurkan diri dan pembinaan luar akan diproses hukum," kata Dio.

Dio mempertanyakan apakah kepala sekolah yang merupakan seorang pendidik dibenarkan melakukan tindakan otoriter.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan kepala sekolah selain otoriter juga bisa dikategorikan penyalahgunaan wewenang.

Baca: Dua Siswa SMAN 1 Semarang Dikeluarkan, Diduga Lakukan Pemukulan Saat Kegiatan OSIS, Ini Ceritanya

"Ini sama halnya penyalahgubaan wewenang, bisa dipidanakan ini," katanya.

Humas Ikadin Jawa Tengah ini mengaku akan menghadap Plt Gubernur Jawa Tengah dan berkoordinasi dengan Ombudsman RI perwakilan Jateng untuk mengadukan perkara ini.

"Ini keputusan sepihak dari sekolah, saya juga akan meminta Komnas HAM untuk turun menyelesaikan perkara ini," katanya.

Apabila persoalan ini tetap dilanjutkan oleh pihak sekolah, kata Dio, pihaknya akan menempuh jalur hukum baik pidana maupun perdata.

"Pidananya adalah penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh kepala sekolah sementara perdata karena siswa ini trauma dan imagenya di masyarakat sudah dirugikan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved