Breaking News:

SMAN 1 Semarang Keluarkan Dua Aktivis OSIS Gara-gara Ini

Suwondo, orangtua Anindya Puspita merasa kecewa atas kebijakan Kepala SMAN 1 Semarang yang mengeluarkannya dari sekolah

Penulis: m zaenal arifin | Editor: iswidodo
YOUTUBE
Gapura SMAN 1 Semarang di jalan menteri Supeno Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suwondo, orangtua Anindya Puspita Helga Nur Fadhila, merasa kecewa atas kebijakan Kepala SMAN 1 Semarang yang mengeluarkannya dari sekolah. Menurut Suwondo, pihak sekolah mengeluarkan keputusan mengembalikan Anindya ke orang tua secara sepihak.

Selain Anin, Kepala SMAN 1 juga mengeluarkan Muhammad Afif Ashor. Keduanya merupakan aktivis OSIS di sekolahnya. Afif menjabat Kasie 4 OSIS SMAN 1 Semarang periode 2016-2017 dan Anin menjabat Kasubsie Satgas Anti Narkoba OSIS.

Suwondo menceritakan, kasus ini bermula laporan orangtua tiga siswa yunior yang berinisial BT, KR, dan NT, pada awal Januari 2018 lalu. Orangtua ketiganya melaporkan Anin dan Afif ke pihak sekolah dengan tuduhan melakukan kekerasan dengan cara menampar saat kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) pada November 2017.

"Saya kecewa karena pihak sekolah tidak menyelesaikan persoalan ini secara bijak. Justru dikeluarkan anak saya tanpa dilakukan penyelidikan secara mendalam terlebih dahulu," kata Suwondo, Sabtu (24/2).

Suwondo menuturkan, keputusan Kepala SMAN 1 diambil sepihak hanya berdasarkan video rekaman saat kegiatan LDK. Harusnya, katanya, ada proses klarifikasi dengan kedua siswa dan pelapor. Selain kedua siswa itu, ada sembilan orang pengurus OSIS yang terancam sanksi serupa.

"Orangtua pelapor mengadukan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan pengurus OSIS kepada anak mereka. Katanya juga anak-anak mereka menjadi korban bullying," ujarnya.

Orangtua pelapor, datang ke sekolah dan menyerahkan rekaman video yang isinya merupakan salah satu kegiatan LDK yang diikuti calon pengurus OSIS di SMA Negeri 1 Semarang.

Orangtua pelapor kemudian mendesak pihak sekolah untuk mengambil tindakan. Selanjutnya, pihak sekolah melakukan operasi mendadak (sidak) handphone milik pengurus OSIS.

"Ditemukanlah ada beberapa rekaman video yang diindikasikan semacam kekerasan. Padahal, itu bukan kekerasan murni, tapi adegan penamparan kecil," jelasnya.

Di rekaman yang ditemukan, terdapat Anin dan Afif di dalamnya. Ia mengungkapkan, Anin melakukan penamparan kecil di pipi. Sedangkan Afif melakukan pemukulan kecil di perut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved