Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kebakaran Matahari Kudus, Kerugian Capai Rp 22,6 Miliar

Kebakaran yang melanda Matahari Kudus Plasa, Kamis (22/2/2018) mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Musthofa Bupati Kudus (baju putih) saat meninjau bangunan Matahari Kudus (Kudus Plasa) seusai terbakar beberapa waktu yang lalu, Senin (26/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Kebakaran yang melanda Matahari Kudus Plasa, Kamis (22/2/2018) mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit.

Kebakaran yang meludeskan bangunan milik Pemkab Kudus itu meluluhlantahkan lantai dua dan lantai tiga.

Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus Eko Djumartono mengatakan, kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai miliaran rupiah.

“Kerugiannya mencapai Rp 22,6 miliar. Itu termasuk MDS (Matahari Departemen Store) karena bangunan tersebut juga disewa oleh gerai lain maupun food court,” kata Eko saat mendampingi Bupati Kudus Musthofa saat berada di lokasi, Senin (25/2/2018).

Dari jumlah tersebut, katanya, itu baru taksiran. Untuk kerugian total pihaknya masih belum bisa memastikan. Sedangkan pihak asuransi mengkavernya hanya Rp 9 miliar.

Sementara Musthofa mengatakan, ke depan bangunan tersebut akan digunakan sebagaimana sebelumnya, yakni pusat perbelanjaan. “Hanya akan ada kajian terlebih dahulu, bagaimana kajian teknisnya,” kata Musthofa.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera memebersihkan puing-puing akibat kebakaran. Namun, terlebih dahulu harus mendapat izin dari Polres Kudus.

Pasalnya, hingga saat ini garis polisi masih terpasang, sedangkan kajian untuk mengetahui penyebab kebakaran dari Puslabfor Mabes Polri masih belum diketahui hasilnya.

“Polres Kudus masih membantu Puslabfor dalam mengkaji penyebab kebakaran yang terjadi,” katanya.

Pemkab juga meminta PLN memutus total aliran listrik sementara waktu ini di bangunan yang terbakar. Agar tidak tejadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“PLN saya minta untuk cut off aliran listrik yang ada di sini untuk sementara waktu,” katanya.

Saat ini, bangunan tersebut hanya tersisa puing-puing bekas terbakar. Sedangkan sejumlah pemulung juga tampak terlihat mengambil barang bekas yang masih punya nilai ekonomis.

Di depan pintu utama juga terdapat tenda. Pegawai Matahari tampak hanya duduk di bawahnya. Mereka tetap berangkat meski tempat mereka bekerja sudah habis dilalap si jago merah.

Musthofa juga menyayangkan masih adanya aktivitas di sekeliling bangunan. Tidak jarang, warga juga melewati batas yang mana masih terdapat pembatas berupa garis polisi.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved