Breaking News:

Ombudsman Jateng Akan Mintai Keterangan Kepala SMAN 1 Semarang dan Dinas Pendidikan Jateng

Tata tertib yang diberikan kepada siswa bersamaan dengan turunnya sanksi juga menjadi perhatian khusus

Penulis: muh radlis | Editor: muslimah
muh radlis
Siswa Dikeluarkan SMAN 1 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Plt Kepala Ombudsman perwakilan Jawa Tengah, Sabarudin Hulu berjanji segera memproses laporan dari orang tua siswa SMA Negeri 1 Semarang yang dikeluarkan dari sekolah.

Laporan ini terkait dugaan maladministrasi yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Semarang dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

"Laporannya kami terima, akan kami proses sesuai kewenangan kami khususnya pemberian sanksi itu," kata Sabarudin, Senin (26/2/2018).

Sabarudin mengatakan, selain memeriksa berkas laporan yang diberikan orang tua siswa, pihaknya juga akan memintai keterangan siswa yang mendapat sanksi pemecatan tersebut.

"Kami akan minta keterangan Anin dan Afif, apakah sudah ada musyawarah sebelumnya atau belum," katanya.

Tata tertib yang diberikan kepada siswa bersamaan dengan turunnya sanksi juga menjadi perhatian khusus.

"Apakah tata tertib ini sudah dibahas bersama antara pihak murid dan sekolah atau cuma dibuat sepihak saja. Akan kami cek juga," katanya.

Di depan orang tua siswa yang dikeluarkan dari sekolah, Sabarudin menegaskan pihaknya akan mengklarifikasi ke SMA Negeri 1 Semarang dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah terkait SK pemecatan dua siswa dan tujuh siswa lainnya yang diberi sanksi skorsing.

"Anak anak yang nakal sekalipun diupayakan tidak keluar dari sekolah," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, orang tua dua siswa SMA Negeri 1 Semarang yang dikeluarkan dari sekolah mengadukan perkara yang menimpa anaknya ke Ombudsman RI perwakilan Jawa Tengah, Senin (26/2/2018).

Suwondo orang tua dari Anindya Puspita Helga Nur Fadhila dan Sodhikin orang tua dari Afif Ashor menemui Plt Kepala Ombudsman RI perwakilan Jateng, Sabarudin Hulu.

Ditemani orang tua siswa yang lain, Suwondo dan Sodhikin mengadu perkara yang membuat anaknya dikeluarkan dari sekolah.

Anin dan Afif merupakan pengurus OSIS SMA Negeri 1 Semarang yang dikeluarkan dari sekolah lantaran diduga melakukan kekerasan terhadap juniornya saat pelaksanaan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) pada November 2017 lalu.

Selain Anin dan Afif, tujuh siswa lain juga dijatuhi sanksi skorsing lantaran masalah tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved