Pembangunan Tol di Batang, Pemkab Tuntut Adanya Tambahan Exit Tol dan Rest Area

Pembangunan jalan tol yang ada di wilayah Kabupaten Batang berimbas pada berkurangnya perekonomian.

Penulis: dina indriani | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Bupati Batang Wihaji 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani.

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pembangunan jalan tol yang ada di wilayah Kabupaten Batang berimbas pada berkurangnya perekonomian.

Hal itu diutarakan oleh Bupati Batang Wihaji, menurutnya dampak atas pembangunan tol sangat dirasakan sekali oleh UMKM, saat jalan tol difungsikan akan ada penurunan omset dari usaha rumah makan maupun usaha ekonomi kreatif.

Sebelumnya, Pemkab Batang sudah mengusulkan terkait perihal tersebut, namun belum diakomodir hingga saat ini.

Hal tersebut membuat Wihaji geram, sehingga memanggil Kementerian PU, BPJT, BUJT dan PTPN ( PT. Perkebunan Nusantara) pada Senin (26/2/2018) siang.

"Karna usulan belum diakomodir sampai saat ini, ya kami panggil Kementerian Pekerjaan umum, Badan Pelaksana Jalan Tol ( BPJT ) Badan Usaha Jalan Tol ( BUPJT) terkait untuk memikirkan dan memperhatikan keberdaan UMKM yang terkena dampak pembangunan jalan tol," ujar Wihaji saat konferensi pers di ruang kerjanya.

Adapun usulannya dengan penambahan exit tol dan rest area yang konekting dengan obyek wisata, dimana konsep tersebut merupakan konsep baru yang dinamakan TOD ( Transit Orientide Developmen).

“Usulan kami ini menambah exit tol dua yang pertama di Desa Paskaran, dan yang kedua di Desa Plelen yang rest area di KM 398 yaitu di daerah pantai Celong, karena langsung lihat view pantai. Kita sudah berkoordinasi dengan PT.PN yang siap memberikan tanah yang di butuhkan,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa konsep TOD ini merupakan gabungan kekuatan yang terintegrasi satu sama lain, yaitu antara tol, UMKM dan Wisata sehingga bisa  bermanfaat untuk masyarakat Batang.

Dalam kesempatan ini, Wihaji juga memohon kepada Presiden Joko Widodo untuk dapat mengabulkan usulan tersebut.

“Kami mohon kepada Presiden Joko Widodo untuk mengabulkan usulan kami, karena masyarakat yang memiliki usaha banyak terena dampak pembangunan jalan tol," pinta Wihaji kepada Presiden.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved