Tanah Lima Hektar Retak Bergerak Semeter, 9 Rumah Warga Rusak

Hujan dengan intesitas tinggi menyebabkan tanah seluas 5 hektar di Desa Muncar retak dan bergerak satu meter.

Tanah Lima Hektar Retak Bergerak Semeter, 9 Rumah Warga Rusak
tribunjateng/humas polres temanggung
Hujan dengan intesitas tinggi menyebabkan tanah seluas 5 hektar di Desa Muncar Temanggung retak dan bergerak satu meter. 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Hujan lebat akhir-akhir ini mengakibatkan banjir dan longsor di berbagai daerah hingga memakan korban yang tidak sedikit, tidak terkecuali kejadian di Muncar, Gemawang, Kabupaten Temanggung.

Hujan dengan intesitas tinggi menyebabkan tanah seluas lima hektar di Desa Muncar itu mengalami retak dan bergerak antara setengah hingga satu meter.

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kapolsek Jumo AKP Sudarjo mengatakan, berdasarkan informasi yang didapatkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Muncar, kejadian tanah retak dan bergerak itu terjadi pada hari Minggu (25/2) sekitar pukul 18.00.

Hujan dengan intesitas tinggi menyebabkan tanah seluas 5 hektar di Desa Muncar Temanggung retak dan bergerak satu meter.
Hujan dengan intesitas tinggi menyebabkan tanah seluas 5 hektar di Desa Muncar Temanggung retak dan bergerak satu meter. (tribunjateng/humas polres temanggung)

“Hujan dengan intensitass tinggi serta konstruksi tanah yang labil diperkirakan menjadi penyebab terjadinya retak dan bergeraknya tanah seluas lima hektar di Desa Muncar hingga merusak 9 rumah warga,” kata Sudarjo dalam rilis kepada tribunjateng.com, Senin (26/02/2018).

Sembilan rumah warga tersebut mengalami kerusakan ringan sampai sedang, sebagian rumah mengalami rusak pada bangunannya terutama di halaman dan dapur rumahnya.

“Saya mendengar suara keras benda jatuh di dapur rumah saya, setelah saya tengok dapur rumah saya sudah berantakan. Pondasi dapur rusak karena tanahnya retak dan bergerak,” kata Kiman (45) warga Desa Muncar yang rumahnya rusak.

Dalam kesempatan yang sama Kapolsek Jumo Polres Temanggung Polda Jateng mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak terekait untuk menentukan tindakan selajutnya.

“Kami sedang berkoordinasi dengan Koramil, BPBD Kabupaten Temanggung, Pemerintah Desa dan Kecamatan untuk melaksanakan assestment dan tinjau lokasi bersama untuk menentukan penanganan lebih lanjut,” lanjut Sudarjo.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai Rp. 30 juta, selanjutnya Sudarjo menghimbau kepada warga untuk selalu hati-hati serta waspada dalam melakukan aktifitas sehari-hari.

“Seluruh warga yang Desa Muncar diharapkan untuk selalu waspada dan hati-hati karena kondisi tanah yang masih labil, sewaktu-waktu bisa terjadi longsor karena kondisi cuaca saat ini juga masih ekstrim, akan tetapi kita semua berharap semoga tidak terjadi apa-apa,” pungkas Sudarjo. (tribunjateng/humas polres temanggung)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved