Dinkes Kota Semarang Takuti Penyakit Ini Muncul Karena Sudah Sebulan Banjir Di Genuk

Banyak laporan bahwa warga Kelurahan Trimulyo dan Banjardowo banyak terjangkit penyakit kulit dan gatal-gatal.

Dinkes Kota Semarang Takuti Penyakit Ini Muncul Karena Sudah Sebulan Banjir Di Genuk
tribunjateng/rival almanaf
Banjir Rob atau air pasang menggenangi desa Sriwulan kecamatan Sayung Kabupaten Demak, Jumat 2 Juni 2017 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mengungkapkam bahwa sejumlah warga di dua kelurahan Kecamatan Genuk, Semarang mengalami gatal-gatal dan infeksi saluran pernapasan (ISPA).

Penyakit itu muncul akibat banjir yang melanda wilayah tersebut selama hampir sebulan terakhir.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Widoyono mengatakan, dua kelurahan itu adalah Trimulyo dan Banjardowo.

Dua kelurahan itu memang dikenal rentan terkena banjir atau rob yang meluap naik.

"Banyak laporan bahwa warga Kelurahan Trimulyo dan Banjardowo banyak terjangkit penyakit kulit dan gatal-gatal. Selain itu, ada pula yang mengalami gangguan pernapasan. Ini merupakan imbas dari limpasan banjir yang muncul dari Jalan Raya Kaligawe," kata Widoyono saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (27/2/2018).

Atas peristiwa ini, pihaknya telah menerjunkan tim untuk berkeliling ke semua titik banjir di dua kelurahan tersebut.

Setiap tim medis sendiri berjumlah enam orang yang terdiri dari seorang dokter, dan beberapa petugas medis lapangan.

Dari catatan medis Dinkes, adapun dua warga yang terpaksa dirujuk ke rumah sakit terdekat karena faktor usia yang sudah lanjut dan terserang ISPA.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah mendirikan posko kesehatan di sejumlah gerbang masuk perkampungan yang ada di sana.

Ha itu dilakukan guna mengantisipasi lonjakan keluhan warga yang terjangkit penyakit saat musim banjir seperti ini.

"Ada dua sampai tiga posko kita bangun di Trimulyo dan Banjardowo. Jika genangan banjirnya sudah benar-benar surut, kami akan menelusuri tiap jalanan kampung agar potensi munculnya penyakit leptospirosis (infeksi yang disebarkan dari urine) bisa diantisipasi," paparnya.

Dalam hal ini, Ia berharap warga segera membersihkan semua selokan demi terhindar dari penyakit leptospirosis. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved