Warga Sayung Demak Korban Banjir Masih Butuh Pasokan Bantuan
Banjir yang masih terus menggenangi warga Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Demak, membuat para warga resah.
Penulis: hesty imaniar | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Banjir yang masih terus menggenangi warga Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Demak, membuat para warga resah.
Bahkan bantuan logistik juga sudah mulai berkurang.
Ketua DPC PDIP Demak, Fahrudin Bisri Slamet, memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak banjir.
Bantuan itu, berupa beras sebanyak satu ton.
Total ada tiga desa yang menjadi perhatian Slamet yang juga merupakan wakil Ketua DPRD Kabupaten Demak ini, di antaranya adalah Desa Kalisari, Desa Prampelan, dan Desa Sayung.
Tiga desa inilah yang paling terdampak banjir akibat melubernya sungai Dombo yang sebelumnya dibuat untuk mengatisipasi banjir pada awal tahun 2000 lalu.
Namun bukannya mengatasi banjir, sungai ini malah menyebabkan banjir selama beberapa tahun terakhir.
"Yang pasti yang membuat saya semakin prihatin, banjir di beberapa wilayah ini tidak bisa langsung surut. Hal ini dikarenakan air tidak bisa mengalir kembali ke sungai, karena letak sungai lebih tinggi dari perumahan warga. Atas nama pimpinan dewan dan juga DPC PDIP Kabupaten Demak, kegiatan ini kami lakukan karena rasa empati kami kepada warga korban banjir," katanya, Selasa (28/2/2018) yang saat itu didampingi oleh anggota DPRD Demak dari dapil Sayung, Khoeron.
Tidak hanya itu, selain memberikan bantuan, mereka juga turun langsung untuk mencari solusi apa yang menjadi penyebab banjir dan bagaimana mencari solusinya.
"Supaya banjir di Sayung ini bukan lagi menjadi bencana tahunan," bebernya.
Menurut Slamet, sapaan akrabnya, Pemkab harus bisa mencari cara penanganan yang serius terkait bencana banjir ini. Selain itu, Pemkab juga harus memberi skala prioritas supaya banjir tidak terjadi lagi.
"Minimal banjirnya bisa berhenti, kami harap penanganan yang komprehensif dari hulu sampai hilir supaya masyarakat Sayung bebas banjir. Kita juga ingin agar kinerja pemkab lebih maksimal. Karena saat ini kita lihat logistik berkurang jauh," ujarnya.
Selanjutnya mereka akan melakukan koordinasi bersama, dengan duduk bersama terkait permasalahan banjir.
"Kita tidak akan saling menyalahkan, supaya banjir tidak lagi menjadi momok di Sayung," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kalisari, Saehul Hadi, mengatakan bahwa warganya yang terdampak banjir ada sekitar 1500 KK,yang terdiri dari Dukuh Dempel, Dukuh Dilan, Dukuh Krajan Utara, dan Dukuhan.
"Saat ini masih ada sawah dan sekolah yang terkena banjir. Sehingga dikawatirkan banyak tanaman padi puso serta pendidikan yang terganggu," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ketua-dpc-pdip-demak-berikan-bantuan-kepada-warga-yang-terkena-dampak-banjir_20180228_221421.jpg)