Di Batang, 35 Ribu Pohon Cengkeh Terancam Mati Terserang Hama

Hampir 50 persen warga Desa Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang mengandalkan perekonomian dari cengkeh

Penulis: budi susanto | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Edy saifudin satu di antara petani cengkeh si Desa Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, memeriksa pohon cengkeh di kebun miliknya, Kamis (1/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Hampir 50 persen warga Desa Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang mengandalkan perekonomian dari cengkeh.

Pasalnya potensi cengkeh di Desa Bawang mencapai Rp 2,5 miliar pertahun, dan jika ditotal secara keseluruhan di Kecamatan Blado hampir Rp 50 miliar.

Namun kini warga yang mengandalkan cengkeh hanya bisa gigit jari, karena hama berupa ulat menyerang pohon cengkeh.

Hama tersebut mengakibatkan pohon cengkeh kering dan mati karena ulat menggrogoti batang pohon.

Padahal sebanyak 35 ribu pohon cengkeh yang ditanam di areal seluas 30 hektar ada di Desa Bawang.

Kecemasan petani cengkeh semakin menjadi-jadi karena musim yang tak kunjung membaik dan hama bertambah banyak.

Tak terkecuali Edy Saifudin (44) satu di antara petani cengkeh, ia kebingungan karena baru kali ini ulat menyerang pohon cengkeh miliknya, Kamis (1/3).

"Hama berupa ulat yang membuat batang pohon berlubang, kalau sudah diserang hama pohon akan kering dan mati," ujarnya.

Ia menerangakan butuh modal besar untuk menanam pohon cengkeh hingga bisa dipanen karena membutuhkan waktu hingga 4 tahun sampai pohon produktif.

"Dari bibit hingga bisa dipanen butuh waktu hingga 4 tahun, tapi usia produktif pohon cengkeh bisa mencapai 50 tahun, minimal 2000 pohon saat tanam, satu bibit kami beli dengan harga Rp 50 ribu," terangnya.

Sudah berbagai cara Edy lakukan untuk menangani hama yang mneyerang pohon-pohon cengkeh miliknya, namun tak satupun cara tersebut berhasil.

"Berbagai cara sudah saya lakukan, dari cara matador melubangi tempat ulat dan memberi pestisida khusus namun tidak ada yang berhasil," imbuhnya.

Edy menuturkan petani cengkeh biasanya menjual ke pabrik rokok dengan harga Rp 25 ribu untuk cengkeh basah.

"Kalau kering bisa sampai Rp 90 ribu dan saat memanen membutuhkan waktu sekitar 3 bulan dan melibatkan banyak orang, cengkeh sangat membantu warga dalam hal peningkatan ekonomi, kami kebingungan kalau hama menyerang, semoga Pemerintah bisa mendampingi kami uantuk menangani hama yang menyerang pohon cengkeh," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved