Pemberlakuan Dua Arah di Jalan Jenderal Soedirman Purbalingga Dimulai Hari ini

Uji coba pemberlakuan dua arah di Jalan Jensoed ini dimulai hari ini sampai akhir bulan Maret 2018.

Pemberlakuan Dua Arah di Jalan Jenderal Soedirman Purbalingga Dimulai Hari ini
khoirul muzaky
Jalan jenderal Soedirman Purbalingga mulai diberlakukan dua arah 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG COM, PURBALINGGA - Dinas perhubungan (Dinhub) Kabupaten Purbalingga bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purbalingga dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), mulai melaksanakan uji coba pemberlakuan arus dua jalur di jalan jenderal Soedirman bagian barat, Kamis (1/3).

Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan Dinhub Purbalingga Sunarto, menuturkan, selama masa uji coba ini, pihaknya akan memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama rambu-rambu dan marka yang ada di sepanjang jalan agar mereka menaati aturan tersebut.

Dinhub telah menambahkan beberapa road barier (pembatas jalan) terutama persimpangan jalan barat alun-alun Purbalingga karena masih banyak pengendara yang langsung memutar arah saat akan masuk jalur sebelah selatan.

Padahal pengendara tersebut dari jalur utara seharusnya memutari alun-alun untuk melalui jalur selatan.

Uji coba pemberlakuan dua arah di Jalan Jensoed ini dimulai hari ini sampai akhir bulan Maret 2018. Peraturan ini akan mulai berlaku efektif mulai tanggal 1 April 2018.

"Apabila ada pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas, akan dilakukan penindakan oleh Satlantas Polres Purbalingga,” kata Sunarto, Kamis (1/3).

Bupati Purbalingga Tasdi, yang meninjau langsung pelaksanaan uji coba itu menyampaikan, pemberlakuan dua arah ini sejalan dengan misi pembangunan Purbalingga yaitu menciptakan kawasan pedesaan dan perkotaan yang indah dan bermanfaat.

Pemberlakuan dua arah ini, dinilainya bagian dari upaya mewujudkan tertib lalu lintas. Terlebih saat ini frekuensi kendaraan di Purbalingga semakin padat sehingga perlu rekayasa lalu lintas dan tata kelola yang baik.

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan memang menyebutkan, kepolisian dan dinas perhubungan berkewajiban mengatur lalu lintas untuk mewujudkan tertib lalu lintas.

'keramaian kota akan merata di semua lini sehingga tercipta tata kota yang indah, bersih dan jauh dari kesan semrawut,"katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved