Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Operasi Keselamatan

Kapolda Jateng Ungkap Alasan Menggelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas 2018

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengungkapkan bahwa kecelakaan lalu lintas ternyata ada sangkut pautnya dengan kemiskinan.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: iswidodo
tribunjateng/akhtur gumilang
Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono tinjau persiapan digelarnya Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018 yang akan dilaksanakan serentak di Indonesia selama 21 hari, terhitung mulai Senin (5/3/2018) pagi ini. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018 akan dilaksanakan Polda Jateng selama 21 hari, terhitung mulai Senin (5/3/2018) pagi ini.

Operasi yang diselenggarakan serentak di Indonesia ini memang menyasar para pengendara yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Dalam hal ini, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengungkapkan bahwa kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) ternyata ada sangkut pautnya dengan kemiskinan.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono tinjau persiapan digelarnya Operasi Keselamatan
Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono tinjau persiapan digelarnya Operasi Keselamatan (tribunjateng/akhtur gumilang)

Menurutnya, Lakalantas merupakan salah satu sumber penyebab kemiskinan yang sistematis.

"Jika kecelakaan menimpa seseorang bisa berimbas pada ekonomi korban, apalagi kalau yang mengalami kecelakaan itu berperan sebagai tulang punggung keluarga," kata Irjen Pol Condro kepada Tribunjateng.com, Senin (5/3/2018), usai apel upacara gelar pasukan di halaman Mapolda Jateng.

Ia mencontohkan, ketika seorang suami mengalami kecelakaan maka keluarga korban baik istri maupun anaknya akan mengalami pemerosotan ekonomi.

Terlebih ketika mengalami cacat permanen, korban tentu tidak bisa kembali bekerja atau bahkan dikeluarkan dari tempat kerjanya.

Meskipun sudah ada jaminan bantuan untuk korban kecelakaan, Condro yakin bahwa itu tidak akan cukup untuk membiayai pengobatan korban.

"Belum lagi kalau korban mengalami cacat sehingga tidak bisa bekerja kembali. Maka dari itu, operasi ini digelar," lanjutnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved