Nada Tinggi, Fredrich Minta Agus Rahardjo, Heru Winarko dan Aris Budiman Dihadirkan Dalam Sidangnya

Fredrich Yunadi, terdakwa kasus merintangi penyidikan e-KTP pada Setya Novanto langsung meninggi usai majelis hakim memutuskan menolak eksepsi

Nada Tinggi, Fredrich Minta Agus Rahardjo, Heru Winarko dan Aris Budiman Dihadirkan Dalam Sidangnya
ISTIMEWA
Mantan pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/2/2018). Jaksa mendakwa Fredrich menyarankan Setya Novanto tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 14 November 2017 dengan alasan pemanggilan terhadap anggota DPR harus seizin Presiden, dan untuk menghindarkan kliennya dari pemeriksaan, Fredrich mengajukan uji materi undang-undang ke Mahkamah Konstitusi. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - ‎Nada suara Fredrich Yunadi, terdakwa kasus merintangi penyidikan e-KTP pada Setya Novanto langsung meninggi usai majelis hakim memutuskan menolak eksepsi atau nota keberatan yang diajukan olehnya dalam sidang putusan sela, Senin (6/5/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Menyatakan eksepsi penasihat hukum terdakwa atau eksepsi yang diajukan terdakwa tidak diterima,” tegas Hakim Ketua Syaifudin Zuhri dalam sidang putusan sela di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (5/3/2018).

Selanjutnya Hakim Syaifudin memerintahkan jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melanjutkan perkara tersebut dengan mengajukan saksi-saksi.

 Mendengar keputusan itu, Fredrich Yunadi langsung tidak terima.

Dengan suara lantang, fredrich mengambil pengeras suara dan menyatakan mengajukan perlawanan.

“Kami mengerti yang mulia, dan kami akan langsung mengajukan banding. Kami melawan,” ujar Fredrich.

Hakim Syaifudin lalu memberikan pemahaman kepada Fredrich soal pengajuan banding. Dia menjelaskan banding bisa diajukan setelah pemeriksaan pokok perkara selesai.

“Siap. Kami mengerti dan kami tetap akan melakukan perlawanan yang mulia,” jawab Fredrich.

Lebih lanjut, Fredrich juga meminta majelis hakim untuk menghadirkan Ketua KPK-Agus Rahardjo, Direktur Penyidikan KPK-Brigjen Aris Budiman dan mantan Deputi Penindakan KPK, Irjen Heru Winarko yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menggantikan Komisaris Jenderal (Purn) Budi Waseso.

Baca: Dulu Pernikahannya yang Fenomenal Viral, Ini Kabar Terbaru Pasangan Nenek Rohaya dan Selamet

Halaman
123
Editor: galih permadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved