Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pertamina Tambahkan Kuota Gas Melon untuk Salatiga

PT Pertamina menambah kuota gas elpiji tiga kilogram untuk Kota Salatiga sebanyak 141.210 tabung

Tayang:
Penulis: ponco wiyono | Editor: m nur huda
TRIBUNNEWS
Ilustrasi gas melon 

Laporan Dartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - PT Pertamina menambah kuota gas elpiji tiga kilogram untuk Kota Salatiga sebanyak 141.210 tabung, dari kuota 2017 sebanyak 2.692.261 tabung.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Muthoin mengatakan, total kini kuota elpiji tiga kilogram menjadi 2.833.471 tabung.

Dikatakan, penambahan kuota ini diberikan setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga mengajukan usulan penambahan kuota ke PT Pertamina.

"Kuota gas elpiji tiga kilo kami naik 5,246 persen dari kuota tahun 2017. Meski kuota naik, namun kami tetap meminta warga ekonomi mampu dan ASN agar tidak ikut-ikutan memakai. Sebab yang bersubsidi ini kami tujukan untuk warga miskin dan pelaku usaha kecil," ujarnya pada Senin (5/3/2018).

Para pelaku usaha kelas menengah atas juga diminta untuk tidak menggunakan gas bersubsidi tersebut. Menurutnya, peredaran gas elpiji harus tepat sasaran seusai dengan peruntukannya.

"Sebab pada 2017 lalu realisasi penyaluran gas LPG 3 kilogram mencapai 2.785.597 tabung. Padahal kuotanya hanya pada angka 2.692.261 tabung. Banyak warga mampu dan pelaku usaha skala menengah ke atas yang menggunakan gas tiga kilo sehingga angka kebutuhannya melonjak," ungkapnya.

Masih menurut Muthoin, pada awal Februari 2018 lalu Dinas Perdagangan mengajukan usulan kuota gas elpiji tiga kilogram tahun 2018 sebanyak 2.961.487 tabung dan disetujui 2.833.471 tabung.

Saat ini, Dinas Perdagangan telah membuat surat edaran kepada agen agar menjual gas tabung melon kepada yang berhak membeli saja, yaitu warga miskin dan pelaku usaha mikro kecil.

Hal ini merupakan langkah antisipatif mencegah peredaran gas bersubsidi ke kalangan menengah ke atas.

"Kami juga akan berkampanye, mulai dari lingkungan pemerintahan hingga masyarakat luas. Pertama adalah ASN Pemkot Salatiga yang memang harus menjadi panutan dan inspirasi masyarakat agar bijak menggunakan energi gas ini," kata Muthoin.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved