Ini Dia Data Lalu Lintas dan Titik Kemacetan di Kota Semarang

Ini Dia Data Lalu Lintas dan Titik Kemacetan di Kota Semarang. Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, mengatakan

Ini Dia Data Lalu Lintas dan Titik Kemacetan di Kota Semarang
tribunjateng/dok
Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya untuk mengurangi kemacetan di Kota Semarang. Satu di antaranya membuat arus lalu lintas searah. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya untuk mengurangi kemacetan di Kota Semarang. Satu di antaranya membuat arus lalu lintas searah.

"Kami sudah berupaya, satu di antaranya membuat jalur searah. Memang, beberapa orang bilang, jalur serah justru menambah macet dan sebagainya. Tapi, bisa juga, kalau saat ini jalurnya masih seperti dahulu, kemacetan malah semakin parah," kata Yuswanto, akhir pekan lalu.

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Senin (13/11/2017)
Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Senin (13/11/2017) (tribunjateng/akhtur gumilang)

Memang, saat ini, ada beberapa jalan yang sebelumnya berlaku dua arah kini menjadi satu arah. Beberapa di antaranya, sebagian Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda, MT Haryono, Menteri Supeno, juga Veteran.

Yuswanto mengakui, kemacetan di daerah yang ekonominya sedang tumbuh memang sulit dihindarkan. Hal itu karena pertumbuhan jumlah kendaraan selalu lebih besar dari pertumbuhan jumlah jalan.

=================================
DATA LALU LINTAS DI KOTA SEMARANG

Jalur Padat Kendaraan
- Jalan Imam Bonjol
- Jalan Pemuda
- Jalan MT Haryono
- Jalan Menteri Supeno
- Jalan Veteran

Titik Macet Akibat Parkir Liar
- Jalan Depok
- Jalan Gajahmada
- Jalan Thamrin
- Jalan Pandanaran
- Kawasan Simpanglima
- Jalan Ahmad Yani

Titik Macet Akibat Pasar dan PKL
- Depan Pasar Depok
- Depan Pasar Karangayu
- Depan Pasar Peterongan
- Depan Pasar Mrican
- Depan Pasar Ngaliyan
- Depan Pasar Mangkang
- Kawasan Tanah Mas
- Jalan Hasanudin
Sumber: wawancara (nal/val)
=================================

"Dalam teori lalulintas, kepolisian jika mendapati hal tersebut maka simulasi lalu lintasnya adalah memperpanjang jalur dan melebarkan. Artinya, satu arah ini adalah memperpanjang dan melebarkan jalur secara semu," tegasnya.

Lewat satu jalur, jalan yang luas dan panjangnya sama menjadi memiliki volume lebih besar. Sementara, arus juga bisa di hambat karena kendaraan harus menempuh jarak yang lebih jauh dan melingkar.

"Jadi, arus akan lebih lancar jika rutenya tadi dibuat lebih panjang dan melingkar lewat cara satu arah tadi," tegasnya.

Meski demikian, menurutnya, cara itu tidak bisa mencegah kemacetan selamanya jika pertumbuhan kendaraan terus meningkat tajam. Ia berpendapat, kemacetan adalah tanggung jawab bersama dan kesadaran bersama.

"Pemerintah seharusnya tak menganggap transportasi umum sebagai kebutuhan sekunder lagi tetapi kebutuhan primer. Pemerintah wajib campur tangan dalam pengelolaan transportasi umum karena kalau tidak, larinya akan kepada profit oriented dan tidak bisa menjadi solusi kemacetan," ujar Yuswanto. (tribunjateng/cetak/val)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved