Kuasa Hukum Orang Tua Siswa Gugat SMAN 1 Semarang ke PTUN

Kuasa hukum orangtua siswa mendaftarkan gugatan terhadap Kepala SMAN 1 Semarang ke PTUN Semarang, Rabu (7/3/2018).

Kuasa Hukum Orang Tua Siswa Gugat SMAN 1 Semarang ke PTUN
YOUTUBE
SMAN 1 SEMARANG 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setelah lebih dari seminggu dua siswa SMAN 1 Semarang yaitu AF dan AN dikeluarkan dari sekolah dan tidak mendapat kepastian nasib UN.

Kuasa hukum orangtua siswa mendaftarkan gugatan terhadap Kepala SMAN 1 Semarang ke PTUN Semarang, Rabu (7/3/2018).

Koordinator Kuasa Hukum orang tua siswa AN, Listyani Widyaningsih mengatakan, gugatan ini dilakukan sebagai tidak diresponnya somasi yang dikirimkan kepada Kepala Sekolah agar mencabut kebijakannya berupa penerbitan Surat Pengembalian Siswa ke Orang Tua/ Wali Nomor 422/104/II/2018 tanggal 14 Februari 2018 atas nama AN (obyek sengketa).

"Gugatan sudah kami masukkan ke PTUN Semarang dengan Nomor registrasi 31/G/2018/PTUN.Smg," kata Listyani, dalam keterangan tertulisnya.

Listyani menuturkan, penerbitan obyek sengketa tersebut sangat dipaksakan dan mengada-ada. Karena di dalam Buku Tata Tertib Peserta Didik SMAN 1 Semarang yang sah berlaku di lingkungan SMA Negeri 1 Semarang milik AN masih bersih dan tidak tertulis pelanggaran apapun yang dilakukan oleh AN.

"Padahal, setiap pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik SMAN 1 Semarang akan ditulis di buku Tata Tertib tersebut dengan ditandatangani oleh peserta didik yang melakukan pelanggaran," tuturnya.

Selain itu, tambahnya, buku berisi pelanggaran tersebut juga ditandatangani guru BK/Kesiswaan dengan disebutkan/ditulis jenis pelanggaran yang dilakukan beserta poin yang didapatkan. Kemudian poin tersebut diakumulasikan hingga menentukan sanksi apa yang nantinya akan didapatkan peserta didik tersebut.

Namun menjadi aneh jika kemudian tergugat menyatakan AN tiba-tiba telah mendapatkan 120 poin dengan rincian pasal yang sama sekali tidak dimengerti anak Penggugat dan Penggugat karena AN merasa tidak melakukannya.

"Tergugat bahkan tidak menyebutkan secara jelas pelanggaran apa yang telah dilakukan oleh AN," paparnya.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved