Siasat Bina Marga Atasi Lendutan di Jalan Provinsi Terdampak Longsor Paweden Banjarnegara

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Dinas Bina Marga Jateng masih melaksanakan pekerjaan lapis pondasi Agregat kelas A yang dilapisi geotekstil.

Siasat Bina Marga Atasi Lendutan di Jalan Provinsi Terdampak Longsor Paweden Banjarnegara
Bpbd Banjarnegara
Pengerasan jalur provinsi terdampak longsor di Desa Paweden Karangkobar Banjarnegara. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Titik jalan provinsi terdampak longsor di Desa Paweden Kecamatan Karangkobar Banjarnegara hingga hari ini belum siap dilalui kendaraan roda empat.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Dinas Bina Marga Jateng masih melaksanakan pekerjaan lapis pondasi Agregat kelas A yang dilapisi geotekstil.

Konstruksi itu sempat diujicobakan untuk dilalui kendaraan roda empat.
Namun, hasilnya belum maksimal lantaran masih terjadi lendutan di badan jalan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Banjarnegara Arqom Alfahmi mengatakan, pihaknya mengujicoba dengan menambahkan material semen untuk pengerasan konstruksi jalan.

Penambahan material itu dianggap cukup efektif karena lebih kedap air atau kering.

"Memang ada perubahan ketika ada penambahan semen, jadi agak keras,"katanya, Rabu (7/3).

Arqom mengatakan, lendutan jalan terjadi lantaran kondisi tanah dasar yang berair, serta bekas urukan tanah yang belum padat. Besok, Kamis (8/3), jalan itu akan kembali diujicobakan untuk kendaraan roda empat.

Jika dianggap sudah layak, mulai hari itu jalan akan dibuka untuk kendaraan umum hingga seterusnya. Ke depan jalan itu akan dicor dengan konstruksi yang kuat untuk dilalui semua jenis kendaraan.

"Penanganan sementara agar bisa dilalui kendaraan. Ke depan akan dilakukan pengecoran,"katanya

Kepala BPBD Banjarnegara Arif Rachman mengatakan, sampai saat ini upaya pengerasan jalan menggunakan pasir batu (sirtu) masih 90 persen di jalur terdampak longsor bagian atas Desa Paweden.

Sementara pemadatan menggunakan sirtu di titik terdampak longsor bawah, atas jembatan Kaliurang telah rampung. Pengerjaan perbaikan jalan ini disebutnya terkendala cuaca ekstrem atau hujan lebat yang turun hampir setiap hari.

Adapun kondisi tanah relatif lebih tenang di banding sebelumnya. Namun Arif mengimbau masyarakat, terutama yang akan melintasi jalur itu tetap waspada.

Terlebih sampai beberapa hari ke depan, hingga 10 Maret 2018, cuaca ekstrem diprediksi masih akan melanda wilayah Banjarnegara.

"Kami imbau masyarakat tetap waspada karena cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi sampai 10 Maret mendatang," katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved