Harus Bongkar Lapak, Pedagang Pasar Pagi Sumowono Resah

Ia menjajakan aneka sayuran seperti timun, terong, tomat, cabai merah, cabai hijau, cabai rawit merah, labu, hingga kentang.

Harus Bongkar Lapak, Pedagang Pasar Pagi Sumowono Resah
Tribun Jateng/Puthut Dwi Putranto
Pedagang Pasar Sumowono melakukan mediasi dengan Bupati Semarang, Mundjirin, Jumat (15/11/2013) pagi.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Seorang pedagang, D telah bersiap di lapaknya di bagian dalam Pasar Sumowono atau Pasar Pagi Sumowono sejak pukul 22.00 setiap harinya.

Ia menjajakan aneka sayuran seperti timun, terong, tomat, cabai merah, cabai hijau, cabai rawit merah, labu, hingga kentang.

Ia membawa semua sayuran yang senilai Rp 200 ribu itu dari rumahnya di Temanggung.

Sebelum pukul 1.00 ketika para pedagang sayur bermotor (pedagang sayur yang menggunakan krombong dan biasa menjajakan sayur keliling, red) datang, ia sudah membungkus setiap sayuran sesuai pesanan para pedagang yang dikirim via pesan singkat (SMS).

Konsumennya memang para pedagang keliling.

Ia mengaku omzetnya dalam sehari sama dengan modal yang ia bawa, namun ketika ia berkemas pulang sekitar pukul 04.00, ia membawa pulang kurang dari setengah sayuran yang telah ia bawa.

Meskipun beromzet sekitar 50% namun ia menyadari konsekuensi menjajakan bahan segar ialah risiko busuk dan rusak.

Belum lagi apabila bahan mengalami kenaikan harga, sebagai pedagang ia mengaku dilematis antara tidak menjual namun dicari oleh sejumlah pembeli, menjual namun keuntungan tak seberapa dan sering kali ia harus menanggung rugi bila busuk.

"Dulu saya jualan di depan, tapi diminta sama petugas pasar untuk jualan di dalam," ujarnya ketika ditanya kenapa berjualan di Pasar Pagi Sumowono pada Kamis (8/3/2018) dini hari.

Halaman
12
Penulis: amanda rizqyana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved