Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Anak-Anak Penyandang Tunarungu Belajar Menari di Sanggar EFATA

Terlahir menjadi tunarungu ataupun memiliki gangguan pendengaran, bukan berarti hidup memiliki banyak keterbatasan

Penulis: Puspita Dewi | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Wilujeng Puspita Dewi
Anak-Anak Penyandang Tunarungu Belajar Menari di Sanggar EFATA 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Terlahir menjadi tunarungu ataupun memiliki gangguan pendengaran, bukan berarti hidup memiliki banyak keterbatasan.

Seperti halnya anak-anak berkebutuhan khusus gangguan pendengaran di kota Semarang, Jawa Tengah. Mereka tetap memiliki kemauan serta kegigihan untuk belajar kesenian.

Anak-anak tersebut dinaungi oleh Sanggar Efata.

"Efata sendiri adalah sanggar seni di kota Semarang Jawa Tengah, yang mewadahi anak anak berkebutuhan khusus penderangan untuk belajar seni," tutur Windi Aria Dewi, pemilik sanggar Efata, Jumat (9/3/2018).

Seni yang dipelajari meliputi seni melukis, fotografer, operet, modeling, juga drama.

Tidak hanya itu, kesenian yang membutuhkan keselarasan bunyi seperti seni tari dan seni angklung juga dipelajari.

"Tidak ada batasan bagi anak-anak gangguan pendengaran," tutur Windi.

Sepakat dengan Windi, Rangga Kristian pelatih divisi seni tari Sanggar Efata, menuturkan bahwa mengajar anak-anak berkebutuhan khusus bukanlah hal yang sulit.

"Sama saja, terpenting adalah gerakan dan hitungan," beber Rangga.

Irama gerak delapan kali dua, merupakan irama umum yang mudah dipelajari bagi siapapun termasuk anak-anak berkebutuhan khusus gangguan pendengaran.

Bagi Sigit, mengajar anak-anak tersebut seperti halnya mengajar tarian tanpa musik.

"Mereka menari tanpa tau musik. Jadi saya yang memberikan aba-aba ketika mereka performa," tutur Rangga.

Dengan mengasah bakat anak-anak berkebutuhan khusus, Windi dan Rangga berharap, kelak mereka bisa menemukan pashion dan dunia mereka.

Mulianya lagi, Windi benar-benar memberikan ruang dan ilmunya secara gratis bagi anak-anak istimewa tersebut, tanpa dipungut biaya apapun. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved