Tank TNI Tenggelam di Purworejo

Cerita Guru TK Melihat Tenggelamnya Tank M113, Tergelincir Lalu Tenggelam, Seorang Siswa Hanyut

Dua korban meninggal dalam kejadian tersebut yakni Pratu Randi Suryadi dari Batalyon 412 dan Iswandari (51), Kepala PAUD Ananda Sindurjan

Penulis: galih permadi | Editor: m nur huda
DEFENSE STUDIES
Tank M113 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOREJO - Sabtu (10/3), harusnya menjadi hari bahagia bagi murid TK dan PAUD Gugus Cempaka Purworejo.

Namun kebahagiaan ratusan murid tersebut menjadi duka ketika salah satu tank M113A1 milik Batalyon 412 yang dinaiki tergelincir lalu tenggelam di Sungai Bogowonto.

Dua korban meninggal dalam kejadian tersebut yakni Pratu Randi Suryadi dari Batalyon 412 dan Iswandari (51), Kepala PAUD Ananda Sindurjan.

Beberapa murid mengalami luka ringan. Seorang murid sempat hanyut namun akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Peristiwa kecelakaan terjadi pada kendaraan lapis baja Tank milik TNI AD di Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo, Sabtu (10/3/2018). Evakuasi tank tenggelam masih berlangsung.
Peristiwa kecelakaan terjadi pada kendaraan lapis baja Tank milik TNI AD di Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo, Sabtu (10/3/2018). Evakuasi tank tenggelam masih berlangsung. (facebook/cindyana aulia)

Seorang guru TK Masitho 3, Vesmi Asliy Yuliani mengatakan kedatangan murid TK dan PAUD Gugus Cempaka dalam rangka pengenalan profesi kepada murid.

Gugus Cempaka seharus terdapat 3 TK dan 4 PAUD. Namun dalam kegiatan pengenalan profesi hanya 2 TK dan 3 PAUD yang ikut.

“Kegiatan sudah direncanakan dua bulan sebelumnya. Acaranya outbound dan mengenal tank,” ujarnya ketika ditemui di rumah duka Iswandari.

Setelah dilakukan outbound, kata Vesmi, murid diarahkan ke garasi tank untuk dikenalkan seluk beluk tank. Tak hanya itu, murid juga mendapat kesempatan menaiki tank. Dalam satu tank dinaiki 10 anak dengan 10 orang tua.

Vesmi mendapat giliran kloter pertama. Ia mengira rute tank hanya mengelilingi kawasan batalyon. Namun ternyata tank turun ke sungai. “Takut juga saya. Soalnya lumayan kencang. Saya harus pegang erat sekali,” ujarnya.

Pantauan Tribun Jateng, aliran air di Sungai Bogowonto tidak cukup deras dan dalam seperti biasanya. Meski kondisi tidak deras, namun Vesmi menilai trek yang dilewati cukup ekstrim bagi anak-anak.

“Rutenya sebenarnya tidak melewati tanjakan dan turunan terjal. Sebenarnya antara daratan sama sungai hampir rata. Tapi lumayan ekstrim buat anak-anak,” ujarnya.

Di sungai, kata Vesmi, sopir tank hanya melakukan manuver memutar beberapa kali. Lalu kembali ke garasi. Kloter pertama dan kedua tidak ada masalah. Semua selamat hingga kembali ke garasi. Saat itu, Vesmi sedang menunggu kloter ketiga kembali ke garasi.

Namun mendadak seorang tentara berlari dan memberi tahu rekannya ada siswa yang jatuh. “Dari situ kami mulai panik. Dan ternyata ada kejadian itu. Dua anak dan satu pengasuh masih dirawat di RSUD,” ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved