Bupati Pekalongan Minta Para Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Melakukan Penguatan Fungsi Kampung KB

Dalam periode satu tahun jumlah Kampung KB di Kabupaten Pekalongan meningkat menjadi 39, yang awalnya hanya terdapat satu Kampung KB pada 2016 lalu.

Bupati Pekalongan Minta Para Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Melakukan Penguatan Fungsi Kampung KB
budi susanto
Bupati Pekalongan Asip Kolbihi saat menerima kunjungan 50 mahasiswa kesehatan masyarakat Unikal di aula lantai satu Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (14/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dalam periode satu tahun jumlah Kampung KB di Kabupaten Pekalongan meningkat menjadi 39, yang awalnya hanya terdapat satu Kampung KB pada 2016 lalu.

Hal tersebut dianggap positif oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihin, pasalnya ia menargetkan diakhir jabatan pada 2021 mendatang semua desa akan menjadi Kampung KB.

“Kami berharap pelajar baik yang melakukan praktek lapanagan di Kabupaten Pekalongan bisa bersama-sama dengan Pemkab membentuk kampung KB baru," ujarnya saat menerima menerima kunjungan 50 mahasiswa Kesehatan Masyarakat dari Universitas Pekalongan di aula lantai satu ruang Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (14/3/2018).

Diharapkan kedatangan para mahasiswa untuk melakukan program belajar lapangan bisa melakukan fungsi penguatan di 10 Kampung KB Kabupaten Pekalongan, yaitu di desa Salit-Kajen, Dadirejo-Tirto, Podo-Kedungwuni, Randumukti-Bojong, Galangpengampon-Wonopringgo, Mejasem-Sragi, Pegandon-Karangdadap, Karangsari-Karanganyar, dan Pakumbulan-Buaran serta Warukidul-Wiradesa.

"Kesehatan masyarakat adalah satu hal yang harus mendapat perhatian serius karena saat ini pemerintah masih dihadapkan pada persoalan mewujudkan keluarga yang sejahtera dengan pemenuhan kebutuhan dasar yaitu pelayanan kesehatan," paparnya.

Sementara itu Rektor Unikal Suryani saat mengantarkan 50 mahasiswanya mengatakan para mahasiswa akan belajar di Kampung KB untuk mendapat pelajaran dan arahan agar mereka mendapatkan pengalaman belajar di lapangan.

“Semakin mereka berinteraksi dengan masyarakat secara langsung maka mereka akan semakin terasah ketrampilannya, terasah kemampuan komunikasinya dan akan terbiasa menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi di masyarakat,” imbuhnya.

Terkait dengan Kampung KB, Suryani menambahkan perencanaan harus dimulai dari sekarang, dikarenakan semakin padat jumlah penduduk di Indonesia yang prediksinya pada tahun 2070 nanti jumlah penduduk Indonesia akan menyusul China yaitu mencapai 1 miliar.

“Jumlah penduduk harus dikendalikan mengingat lahan semakin terbatas sehingga kebahagiaan keluarga akan terancam. Hal tersebut merupakan tantangan bagi semua pihak,” pungkasnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved