Playdate Orangtualogy Community di PMI Kota Semarang. Kenalkan Anak Pada Pertolongan Pertama

Seringkali penanganan yang diberikan masih belum tepat bahkan acap kali tercampur antara mitos atau justru kebiasaan yang salah.

Playdate Orangtualogy Community di PMI Kota Semarang. Kenalkan Anak Pada Pertolongan Pertama
ISTIMEWA
Playdate Orangtualogy Community di PMI Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Salah satu keterampilan sehari-hari yang sering terlewatkan dalam kehidupan keluarga adalah ketika berhadapan dengan pertolongan pertama pada kecelakaan.

Seringkali penanganan yang diberikan masih belum tepat bahkan acap kali tercampur antara mitos atau justru kebiasaan yang salah.

Oleh karena itu, Orangtualogy Community (OLC) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang menggelar Playdate yang bertajuk ‘Little Rescuers First Aid Class’ di Kantor PMI Kota Semarang Jl. Sugiyopranoto No. 35 Semarang, beberapa waktu lalu.

Ketua Panitia acara, Ratih Risqi Nirwana mengatakan melalui playdate tersebut, OLC berusaha memfasilitasi para orangtua dan anak-anak untuk mengetahui penanganan pertama pada kecelakaan sehari-hari.

Anak-anak, kata Ratih, senang bermain dan melakukan explorasi dalam berbagai hal. Terkadang orangtua mendapati mereka terjatuh atau bahkan mengalami cidera ringan.

“Melalui acara ini diharapkan para orang tua dan memiliki bekal untuk melakukan penanganan pada kecelakaan yang bermanfaat bagi keluarga atau lingkungannya,” ujarnya dalam rilis yang diterima Tribun Jateng, Rabu (14/3).

Sementara itu, Fasilitator dari PMI Kota Semarang, Danang Baskoro Adhi mengatakan bahwa manfaat dari Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yang tepat, cepat, dan benar yakni dapat mengurangi cacat yang diakibatkan oleh kecelakaan dan mengurangi penderitaan yang dialami oleh korban kecelakaan.

Playdate yang dihadiri 60-an anak itu berisi pengenalan alat-alat dasar pertolongan pertama seperti masker, sarung tangan, kassa, plester, gunting, dan kain mitela.

“Prinsip pertolongan saat terjadi pendarahan adalah tekan langsung atau tutup luka dengan tangan, tinggikan posisi luka, dan istirahatkan,” ujar Danang disambut kerumunan anak-anak yang berebut memakai masker dan sarung tangan.

Danang menambahkan bahwa membersihkan luka tidak perlu diusap melainkan cukup dengan air mengalir. Bila lukanya besar ukuran kassa dapat disesuaikan dengan besarnya luka dengan lebih dulu meneteskan antiseptic.

“Sementara untuk penanganan luka bakar, kita bisa menyiram luka dengan air mengalir selama 10 sampai 15 menit untuk menghentikan proses pembakaran. Sedangkan untuk luka memar kita bisa melakukan kompres dengan es yang dibungkus kain,” paparnya.

Anak-anak pun terlihat antusias praktek menempelkan plester dan melipat mitela atau kain media pertolongan pertama.

Stefany, ibu dari Samantha (4) mengungkapkan ini pertama kalinya mengikuti playdate Komunitas Orangtualogy.

“Saya dan putri saya sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena dapat menambah wawasan anak tentang penanganan pertama saat terjadi kecelakaan. Selain karena merupakan informasi penting yang wajib diketahui oleh para orangtua juga dapat mengedukasi anak-anak agar tidak parno saat terjadi kecelakaan. Saya berharap playdate ini dapat meninggalkan kesan bagi anak-anak,” ujarnya.

 Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan ekplorasi, pengenalan dan berkeliling dengan ambulance.(*)

Penulis: galih permadi
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved