10 Cerpen Terbaik Tentang Kota Lama Semarang akan Dibukukan

Komunitas Hysteria bersama Forum Wartawan Kota Semarang telah menggelar lomba cerpen tentang kota lama yang diikuti 500an lebih karya

PEMKOT SEMARANG
Kota Lama Semarang 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komunitas Hysteria bersama Forum Wartawan Kota Semarang telah menggelar lomba cerpen tentang kota lama yang diikuti 500an lebih karya.

Saringan yang ketat membuat hanya 10 yang akhirnya dirangkum dalam sebuah buku antologi.

Rencananya, buku tersebut akan diluncurkan dalam sebah pameran ilustrator cerpen dan diskusi bertajuk Slompret Kematian. Kegiatan itu akan dimulai sejak 17 Maret hingga 24 Maret 2018 di Grobak Art Kos, Jalan Stonen 29, Bendanngisor, Semarang.

Salah satu tokoh komunitas Hysteria Ahmad Khaerudin memaparkan beberapa tahun belakangan, Kota Lama Semarang telah menjadi medan magnet bagi khalayak.

Tak seperti keadaan 10 tahun lalu saat jalanan masih banyak yang gelap, tergenang baik waktu hujan maupun rob.

"Orang dulu juga enggan ke sana karena faktor kerawanan kriminalitasnya. Namun demikian dengan usaha yang gigih berbagai komunitas dan pemerintah tak henti henti kampanye dan urug rembug pembenahan kota lama, hasilnya bisa dilihat sekarang, kota lama kembali bersinar dan memikat banyak orang," jelas pria yang biasa disapa Adin tersebut, Kamis (15/3/2018).

Meski begitu, ia memaparkan bangunan tetaplah bangunan. Tidak akan bersuara jika tidak diisi manusia berikut kisahnya. Story telling yang bagus akan membuat kota lebih liat, dekat, dan lebih manusiawi.

"Memantik potensi cerita itulah, dua tahun silam Hysteria dan Forum Wartawan Kota Semarang menggelar lomba cerpen yang diikuti 500an lebih karya. Hasilnya akan dijadikan buku dan akan diluncurkan dalam event ini," tambahnya.

Ia menjelaskan tidak hanya bedah naskah, acara juga diisi respons para ilustrator yang mengapresiasi karya dalam bentuk sketch. Sepuluh perupa muda berbakat turut andil mewarnai sepuluh cerpen dalam buku yang akan diluncurkan tersebut.

"Kegiatan ini diharap turut serta mendongkrak citra kota lama sebagai salah satu kota warisan UNESCO yg diidam-idamkan warga Semarang," harapnya. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved