Banyak Bencana, BPBD Purbalingga Kewalahan Penuhi Permintaan Bronjong

Banyaknya kejadian bencana alam berupa tanah longsor dan banjir,mengakibatkan Pemkab Purbalingga kewalahan permintaan bronjong

Banyak Bencana, BPBD Purbalingga Kewalahan Penuhi Permintaan Bronjong
tribunjateng/khoirul muzaki/BPBD Banjarnegara
Petugas BPBD Banjarnegara dan relawan tanam bibit Aren di area terdampak longsor Desa Paweden Karangkobar Banjarnegara 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG COM, PURBALINGGA - Banyaknya kejadian bencana alam berupa tanah longsor dan banjir yang melanda berbagai wilayah di Purbalingga mengakibatkan permintaan bronjong meningkat.

Bronjong adalah kotak yang terbuat dari anyaman kawat baja untuk pengaman tebing atau tepian sungai.

Dalam penggunaannya, bronjong diisi batu-batu sebelum dipasang pada tebing atau sisi sungai untuk menangkal erosi.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga tahun 2017, BPBD telah menyalurkan 1.071 lembar bronjong, dan per Maret 2018, jumlah permintaan telah mencapai 1.073 bronjong.

Kasi Kedaruratan Logistik pada BPBD Purbalinga, Mukhsoni mengatakan, saat ini BPBD Purbalingga hanya memiliki 230 bronjong, sehingga masih ada kekurangan mencapai 843 bronjong.

Pada APBD Murni 2018, pemkab kembali menganggarkan pengadaan bronjong sebanyak 500 lembar. Sehingga kini masih ada kekurangan 243 bronjong, yang akan diusukan pada APBD Perubahan 2018.

“Dengan adanya keterbatasan jumlah bronjong, sehingga kami tidak dapat memenuhi permintaan masyarakat, BPBD Purbalingga terpaksa harus lebih memrioritaskan permintaan bronjong untuk penangan wilayah pemukiman warga daripada wilayah lahan yang tergerus akibat arus sungai,” katanya, Kamis (15/3/2018).

Mukhsoni mengatakan, lahan yang longsor akibat tergerus sungai, penanganannya merupakan kewenangan pemerintah provinsi dalam hal ini, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak.

Idealnya, kata Mukhsoni, BPBD Purbalingga pada tahun 2018 ini, harus mengalokasikan dana untuk kebutuhan bronjong, dengan penghitungan 10 persen lebih banyak dari penyaluran bronjong tahun lalu.

“Namun demikian kami tetap optimis, penanganan bencana khususnya pengadaan bronjong bisa dilakukan dengan sebaik mungkin, agar korban akibat bencana bisa diminimalisasi. Baik korban jiwa maupun harta dan benda,” katanya.(*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved