Pecinta Mobil Fortuner "Tufoc" Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Maron Semarang

Penanaman mangrove di kawasan pantai Maron Semarang diharapkan mampu memperbaiki ekosistem hutan bakau di wilayah itu

Pecinta Mobil Fortuner
Tribunjateng.com/Hermawan Endra

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ada pemandangan tak biasa di pantai Maron Semarang, Sabtu (17/3). Sejak pagi, puluhan pemilik mobil Toyota Fortuner yang tergabung dalam Tugu Muda Fortuner Community (Tufoc) mendatangi kawasan tersebut untuk menanam 1.000 pohon mangrove.

Ketua Umum Tufoc, Wahyudi menjelaskan, acara bertajuk "Tufoc Go Green Nasmoco dan Pusdik Penerbad, 1.000 for life mangrove" ini merupakan bagian dari perayaan satu tahun terbentuknya Tufoc sebagai wadah pemilik Toyota Fortuner di wilayah Semarang dan sekitarnya.

Penanaman mangrove di kawasan pantai Maron Semarang diharapkan mampu memperbaiki ekosistem hutan bakau di wilayah itu.

Acara ini sekaligus merupakan bentuk kepedulian anggotanya terhadap kondisi kawasan mangrove di sepanjang tepi pantai dan tambah yang berfungsi sebagai sabuk pantai dan pelindung ombak, penahan lumpur serta perangkap sedimen.

"Selain menanam mangrove, kami juga menggelar gathering dan gala diner perayaan HUT ke-1 yang diikuti oleh seluruh anggota di Hotel Griya Persada, Bandungan, Kabupaten Semarang," ujarnya.

Wahyudi menambahkan, sejak terbentuk satu tahun lalu, saat ini anggota Tufoc aktif yang tercatat sebanyak 44 orang. Komunitas ini didirikan 18 Maret 2017 atas kesamaan hobi dan kecintaan terhadap dunia otomotif yang didukung oleh Nasmoco Group dan terdaftar di IMI Jawa Tengah.

Rombongan berangkat dari Pusdik Penerbad menuju kawasan mangrove pantai Maron dengan total 50 kendaraan. Event Tufoc Go Green kali ini mendapatkan dukungan dari Nasmoco Group selaku dealer resmi Toyota di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Selama satu tahun berdiri, Tufoc beberapa kali menyelenggarakan acara yang bertujuan mempererat tali silahturahmi dan semangat kekeluargaan antar anggota, sekligus meningkatkan kompetensi di bidang otomotif.

"Komunitas otomotif dimata masyarakat mungkin sering dipandang biang pembuat macet dan pengguna jalan lain tidak nyaman. Kami ingin mengubah pandangan tersebut dengan mengadakan berbagai kegiatan sosial," katanya.

Halaman
12
Penulis: hermawan Endra
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved