Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PW IPPNU Jateng Bentuk Wadah Pendampingan Korban Kekerasan Pelajar dan Remaja

Dalam program ini, PW IPPNU bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Jawa Tengah dan instansi terkait yang lebih peduli untuk memberikan pendampingan.

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah | Editor: m nur huda
Nu.or.id
Logo IPNU-IPPNU 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dwi Layla

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Memeringati hari lahir organisasi yang ke 63, Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Provinsi Jawa Tengah menggelar berbagai kegiatan selama tiga hari mulai 15 - 17 Maret 2018.

Acara ini diikuti sebanyak 36 pimpinan cabang seluruh Jawa Tengah dengan pelajar dari madrasah serta pondok pesantren. Tema yang diusung adalah Pelajar Putri Berkarya, Jawa Tengah Berbudaya.

Peringatan ini menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah.

Acara ini juga sekaligus dilaunchingnya 'Rumah Konseling Pelajar Putri' oleh Pimpinan Wilayah IPPNU Jateng.

Divisi kekerasan terhadap perempuan dan anak PW IPPNU Jateng, Siti Durrotun Nafisah, mengatakan, pada peringatan harlah ini juga sekaligus digelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) ke-1 ini, juga melaunching Rumah Konseling Pelajar Putri (RKPP).

"Jadi RKPP merupakan program yang dibahas untuk mewadahi dan mencari solusi atas problem yang mungkin terjadi pada pelajar, khususnya putri," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (17/3/2018).

Gagasan program ini dilatarbelakangi dengan beberapa studi kasus di mana banyak terjadi masalah terkait perempuan dan anak, laiknya kekerasan.

Apalagi, Nafis menambahkan, banyak pelajar yang tergabung dalam IPPNU sedang masa menginjak remaja.

Karenanya RKPP dibentuk untuk menampung dan mencari solusi atas masalah yang mungkin terjadi.

Dalam program ini, PW IPPNU bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Jawa Tengah dan instansi terkait yang lebih peduli untuk memberikan pendampingan.

Nafis berharap dengan adanya program ini maka dapat meminimalisasi dampak dari masalah yang terjadi pada remaja.

"Semoga dengan adanya RKPP, maka masalah yang terjadi dapat diminimalkan dan yang bersangkutan dapat melanjutkan hidup sebagaimana mestinya, tanpa tertekan ataupun depresi," tambahnya. (Dew)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved