Ajak Masyarakat Taat Pajak, KPP Salatiga Gelar Jalan Santai Diiringi Drumblek

Ajak Masyarakat Taat Pajak, KPP Salatiga Gelar Jalan Santai Diiringi Drumblek, Minggu (18/3/2018)

Ajak Masyarakat Taat Pajak, KPP Salatiga Gelar Jalan Santai Diiringi Drumblek
tribunjateng/ponco wiyono
Ajak Masyarakat Taat Pajak, KPP Salatiga Gelar Jalan Santai Diiringi Drumblek, Minggu (18/3/2018) 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kantor Pajak Pratama (KPP) Salatiga menggelar kampanye simpatik penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2017 Melalui e-Filling.

Melibatkan 30 peserta anak-anak, KPP menggelar jalan santai dan pawai drumblek bertema Spectaxcular 2018 dari rumah dinas kepala pajak di Jl Patimura menuju Lapangan Pancasila. Acara tersebut dilakukan, Minggu (18/3/2018) pagi tadi.

Diiringi pegawai KPP yang menggunakan kaos putih, karnaval drumblek tersebut juga mendapat kawalan dari aparat kepolisian. Ketua KPP Salatiga Toto Hendriarto mengatakan, pawai ini diharapkan mampu menarik simpati masyarakat kemudian terpanggil untuk melaporkan pajak penghasilan tahunan mereka.

Ajak Maasyarakat Taat Pajak, KPP Salatiga Gelar Jalan Santai Diiringi Drumblek, Minggu (18/3/2018)
Ajak Maasyarakat Taat Pajak, KPP Salatiga Gelar Jalan Santai Diiringi Drumblek, Minggu (18/3/2018) (tribunjateng/ponco wiyono)

"Sengaja kami pakai drumblek karena inilah kearifan lokal masyarakat Salatiga. Kami juga menyempatkan untuk membagikan brosur e-Filling serta membuka stan Pojok Pajak di Lapangan Pancasila untuk sarana konsultasi pajak," kata Toto.

Staf KPP Budi Setyawan menambahkan, penyampaian laporan lebih awal akan lebih baik guna menghindari tumpukan data (server overloaded) atau gangguna jaringan internet. Pajak sendiri disebutnya penting karena menjadi tulang punggung penerimaan negara dan membiayai pembangunan di negeri ini.

"Wajib pajak perorangan paling lambat tanggal 31 Maret dan untuk badan adalah tanggal 31 April. Laporan tepat waktu akan mempermudah bagi wajib pajak sendiri sekaligus menghindarkan resiko dari terlambat lapor yang bisa berujung denda," tambah Budi.

Totok menandaskan, pihaknya optimistis saat diminta ojek Direktorat Jenderal Pajak agar mampu meraup setidaknya 75 persen laporan. Jumlah tersebut sendiri merupakan gabungan dari persentase di dua wilayah, yakni Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang.

"Masing-masing adalah 60 persen untuk Kabupaten Semarang dan 35 persen di Kota Salatiga. Rinciannya adalah 90 ribuan merupakan wajib pajak pribadi dan 20 ribuan merupakan wajib pajak berupa badan, sedangkan secara keseluruhan kami ada sekitar 117 ribu wajib pajak," urainya.

Sebagai informasi, tahun sebelumnya KPP Salatiga mencatatkan raihan laporan sekitar 70 persen sampai 80 persen dari total wajib pajak yang harus melaporkan. (*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved