HEBOH Ada 64 Bank di Indonesia Dibobol Komplotan WNA, Polisi Curigai Oknum Ini

Keluhan nasabah telah kehilangan uang jutaan rupiah di rekening bank bukan omong kosong.

HEBOH Ada 64 Bank di Indonesia Dibobol Komplotan WNA, Polisi Curigai Oknum Ini
tribunjateng/dok/IST
Nasabah usai melaporkan berkurangnya uang dalam rekening tabungannya di bank BRI Unit Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (12/3/2018)(Kompas.com/M.Agus Fauzul Hakim) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Keluhan nasabah telah kehilangan uang jutaan rupiah di rekening bank bukan omong kosong. Bahkan keluhan juga datang dari beberapa nasabah beda-beda bank. Akhirnya polisi pun bertindak.

Polisi menangkap lima pembobol uang nasabah BRI dengan cara skimming. Keempat pelaku adalah warga negara asing berasal dari Rumania dan Hungaria, dan seorang lagi warga negara Indonesia.

Mereka adalah Caitanovici Andrean Stepan, Raul Kalai, Ionel Robert Lupu dari Rumania, dan Ferenc Hugyec dari Hungaria. Satu pelaku lainnya berasal dari Bandung, bernama Milah Karmilah.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Aris Supriyono mengatakan komplotan pelaku pencuri dana nasabah dengan cara skimming sudah membobol 64 bank.

Skimming adalah tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi pada strip magnetik kartu. Kasus pencurian bermodus skimming ini sempat heboh saat nasabah bank nasional kehilangan uangnya secara misterius setelah melakukan tarik tunai di ATM.

Dari 64 bank tersebut, 13 di antaranya bank swasta dan milik pemerintah Indonesia. "Termasuk salah satunya BRI dengan kerugian Rp 18 miliar," ujar AKBP Aris, Jumat (16/3).

Pembobolan rekening nasabah BRI yang dilakukan sindikat ini rupanya sudah berlangsung lama. Seperti diketahui, akhir-akhir ini ramai sejumlah nasabah bank BRI tiba-tiba kehilangan uang di rekeningnya. "Kegiatan itu sudah berlangsung tujuh bulan," kata Aris.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, penangkapan komplotan ini dilakukan setelah polisi melakukan penelusuran selama satu minggu. "Lima orang ini ditangkap di sejumlah lokasi berbeda. Ada di D' Park Serpong, Hotel Grand Serpong, dan Hotel De Max Lombok Tengah," ujar Argo.

Adapun barang bukti yang disita polisi saat penangkapan diantaranya sebuah Deep Skimmer, satu Encoder, tiga buah spy camera, 1.447 kartu ATM yang telah diisi data curian, 21 kartu ATM member card, dua buah paspor atas nama Andrian Steven Caitanovici dan Ferenc Huygec, 4 buah kanopi pin pet, enam buah SD card merek Sun Disk, enam buah baterai, empat buah mulut ATM, lima unit handphone, 19 karet mulut ATM, satu buah laptop, enam buah modem, lima buah hardisk, lima buah flashdisk, dua buah cripto hardware wallet, dua buah double tip, lima buah lem bakar, tiga buah lem power glue, kabel charger, DVD room, kartu perdana handphone dan sejumlah alat untuk membuat Deep Skimmer.

Sementara itu Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Rovan Richard Mahenu mengatakan, para pelaku memulai aksinya sejak tahun 2017.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved