Rumah Tahfidz An-Nashr di Pedurungan Hadirkan Habib Novel Alaydrus
Rumah Tahfidz An-Nashr di Pedurungan Hadirkan Habib Novel Alaydrus, Sabtu (17/3/2018) malam dalam rangka ultah ke 5
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemuda Rindu Syari’ah (Perisai) Dakwah Semarang bersama Yayasan Daarut Tahfidz Nasional telah menggelar sebuah acara pengajian akbar di pondok Rumah Tahfidz An-Nashr, Jalan Sapta Prasetya Utara Raya No 18 B, Pedurungan Kidul, Kota Semarang pada Sabtu (17/3/2018) malam.
Acara kajian akbar tersebut diselenggarakan dalam rangka ulang tahun ke-lima Rumah Tahfidz An-Nashr Semarang yang bertajuk Membangun Generasi Masa Depan Cinta Alquran.
Menurut Abdur Rouf, ketua panitia acara tersebut, tujuannya adalah untuk mengedukasi dan mensyiarkan Islam kepada warga, khususnya wilayah Kota Semarang.
Acara tersebut dimulai bakda Isya, sekitar pukul 19.30 WIB dan selesai pukul 22.40 WIB, isinya mengulas habis tentang bagaimana cara mengatur generasi masa depan agar dapat mempelajari dan mengamalkan Alquran kitab suci umat Islam.
Pada pembukaan, ada santri anak-anak dari pondok tersebut yang menunjukkan kemampuannya dalam membaca Alquran.
Sedangkan untuk sambutan diisi oleh H Agus Suroso selaku pengasuh santri Daruut Tahfidz, KH Rahmat Rais selaku pembina pondok, Ustadz Muhammad Ainul Yaqin selaku tokoh masyarakat Kota Semarang.
Pada sesi dakwah diisi oleh Habib Novel Muhammad bin Alaydrus sebagai pembicara utama.
Dalam hal ini, ratusan orang dari segala penjuru di Kota Semarang berkunjung ke lokasi acara untuk mendengarkan kajian oleh Habib Novel.
Penting diketahui, salah satu pendiri pondok adalah santri Ust Yusuf Mansur dari Darul Qur'an, yang membantu pembangunan Rumah Tahfidz dengan dinaungi Program Pembibitan Penghafal Alquran (PPPA).
Santri-santri di sana berasal dari seluruh wilayah Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah, mulai SD/SMP/SMA sampai perguruan tinggi juga diperbolehkan belajar di pondok ini.
Dalam pengajiannya, Habib Novel sebagai pembicara utama memberikan dakwah bagaimana cara atau pola pikir kita dalam mendidik anak kandung, karena itu adalah aset yang penting bagi orang tua.
“Jika anak itu sholeh, mereka sendiri yang akan membahagiakan kita. Waktu saya lihat pembukaan acara ini, saya terharu melihat anak-anak kecil sudah pandai membaca dan menghafal Alquran,” ujarnya.
“Maka didiklah anak kita, doakanlah mereka, agar jika nanti kita sebagai orang tua meninggal, doa dari anak yang sholeh tersebut yang akan meneruskan amal kita,” imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rumah-tahfidz-an-nashr-di-pedurungan-hadirkan-habib-novel-alaydrus-ok_20180318_094200.jpg)