Proyek Panas Bumi di Lereng Gunung Slamet Tetap Jalan, Ini Progres Pembangunannya

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di lereng Gunung Slamet yang dikerjakan PT SAE terus dikebut.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: galih permadi
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
aktivitas proyek PT SAE untuk pengembangan PLTPB Baturraden di lereng gunung Slamet. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di lereng Gunung Slamet yang dikerjakan PT SAE terus dikebut.

Saat ini, progres proyek itu mencapai pengeboran atau eksplorasi.

Seperti diketahui, proyek geothermal itu ditentang sejumlah lapisan masyarakat karena diduga penyebab air sungai di wilayah Banyumas dan sekitarnya jadi keruh dan berubah warna jadi cokelat.

Namun, tak sedikit juga yang mendukung proyek nasional itu karena menyediakan banyak lapangan kerja serta untuk pasokan listrik Indonesia di masa depan.

Meskipun lokasi geothermal berada di Baturraden, Banyumas, namun, akses menuju ke sana melalui Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes.

"Saat ini sudah memasuki tahap eksplorasi atau pengeboran sumur kedua," kata Manager Area PT SAE, Bintang Sasongko, saat di Brebes, Senin (19/3/2018).

Pihaknya telah melakukan pengeboran sumur pertama. Namun, hingga kedalaman 1,1 kilometer, pengeboran dihentikan lantaran tidak ditemukan adanya energi panas bumi.

Pada sumur kedua yang berjarak 7,5 meter dari lokasi sumur pertama, PT SAE akan mengebor hingga kedalaman 3,5 kilometer.

Ia mengklaim, kedalaman pengeboran itu bakal aman untuk sumber mata air warga.

"Berdasarkan pengalaman kami, dengan kedalaman itu, sumber mata air warga akan aman," ujarnya.

Selain itu, kata dia, untuk menjamin sumber mata air, sumur yang dibor akan disemen dan disaring. Tujuannya, agar material tanah hasil pengeboran tidak mengotori mata air warga.

Bintang mengatakan sumur kedua itu akan menghasilkan listrik sampai dengan 220 megawatt. Pekerjaan pengeboran mulai hari ini, Senin dan diprediksi rampung 75 hari kedepan.

Panas bumi Baturraden merupakan proyek nasional dengan anggaran APBN hingga Rp 15 triliun.

Pemegang saham pelaksana proyek, PT SAE terdiri dari STEAG PE GmbH (Jerman) sebesar 75 persen dan PT Trinergy (Indonesia) sebanyak 25 persen.

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved