Breaking News:

Terdakwa OTT Jual Beli Kios Pasar Kanjengan Minta Rp1,155 Miliar ke Pedagang

Sidang perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) jual beli ruko kios komplek Pasar Kanjengan Kota Semarang, dengan terdakwa Sartono Sutandi, dilanjutkan

Penulis: hesty imaniar | Editor: galih permadi
m zaenal arifin
Pekerja menyelesaikan pembangunan Pasar Kanjengan bagian dari pembangunan Pasar Johar Baru, Kota Semarang, Jumat (26/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sidang perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) jual beli ruko kios komplek Pasar Kanjengan Kota Semarang, dengan terdakwa Sartono Sutandi, dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (19/3/2018).

Sidang yang menggeret Direktur PT Pagar Gunung Kencana, Jalan Seroja III Nomer 18 RT 05 RW 01, Kelurahan Karangkidul Kecamatan Semarang Tengah, Semarang atau Ruko Citarum Blok F Nomer 4, Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur, Semarang digelar dengan acara memeriksa saksi pada pedagang.

Terperiksa adalah Sri Suhartiningsih, Harno, Thomas Susanto, dan Bambang Yuwono, dimana dihadapan majelis hakim, yang diketuai Lasito, para saksi mengakui dipanggil terdakwa ke rumahnya di Ruko Citarum untuk membicarakan perihal komplek pertokoan Kanjengan.

"Saya bertemu sebanyak 2 kali, yakni yang pertama 11 Agustus 2017 di rumah terdakwa. Kami bertiga, saya, Thomas, dan Bambang, membahas terkait Kanjengan yang mau dibongkar. Kemudian saya bertanya, lalu dijawab terdakwa, nanti dia yang membangun. Saya percaya karena ada surat yang ditandatangani walikota," kata Sri, yang merupakan warga Jalan Letjen Suprapto 45, Aspol Polsek Utara.

Istri dari seorang polisi itu menambahkan, bahwa sebelumnya mendapat kios dari Sartono dengan menyewa selama 30 tahun. Senada diakui juga oleh saksi Harno, pedagang sembako, serta Thomas Susanto, dan Bambang Yuwono, dua pemilik toko emas.

"Kami sewa dari terdakwa dengan kurun waktu yang berbeda-beda, ada yang 20 tahun, 30 tahun, dengan status HGB," kata saksi pada sidang yang dipimpin oleh majelis hakim, Lasito sebagai ketua, Muhamad Yusuf, dan Abdul Wahib selaku anggota.

Atas keterangan itu, terdakwa mengaku tidak keberatan. Sidang pun ditunda sepekan depan dengan agenda acara pemeriksaan saksi lain.

Sartono didakwa atas penipuan dan penggelapan, dimana Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng, Jumadi menjelaskan, kasus terjadi pada hari Jumat 11 Agustus 2017 di Ruko Citarum.

Sartono mengundang sejumlah pedagang, yakni, Sri Suhartiningsih, Bambang Yuwono, Thomas Susanto datang ke rumahnya untuk membicarakan perihal komplek pertokoan Kanjengan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved