Sistem Satu Arah

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Minta Jalan Satu Arah Dikaji Ulang

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Minta Jalan Satu Arah Dikaji Ulang karena saat ini justru terjadi kemacetan panjang

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Minta Jalan Satu Arah Dikaji Ulang
tribunjateng/dok
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Minta Jalan Satu Arah Dikaji Ulang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPRD Kota Semarang menyoroti parahnya kemacetan lalu lintas yang terjadi di berbagai ruas jalan Kota Semarang. Perubahan jalan yang dulunya dua arah menjadi satu arah, dinilai menjadi satu di antara penyebab parahnya kemacetan.

Wakil ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso mengatakan, sebelum ada kebijakan perubahan jalan menjadi satu arah, antrean kendaraan di berbagai ruas jalan tidak panjang. Setelah diberlakukan kebijakan sistem satu arah (SSA), justru membuat penumpukan kendaraan.

Misal di Jalan Pemuda yang sekarang satu arah. Ia menuturkan, panjang kemacetan bahkan dari titik traffic Tugumuda sampai Mal Paragon. Padahal, saat jalan tersebut masih dua arah, kemacetan hanya sampai depan DP Mal..

"Salah satu penyebab parahnya kemacetan ya perubahan menjadi sistem satu arah itu. Karena itu kami meminta kebijakan itu dikaji ulang karena bukan menjadi solusi yang baik, justru memperparah kondisi lalu lintas," katanya, Minggu (18/3/2018).

Selain jalan Pemuda, penerapan SSA pada jalan Thamrin juga dinilai tidak efektif. Dampaknya Jalan Pandanaran yang sudah padat, ditambah kendaraan dari Jalan Thamrin sehingga menjadi penuh. Tak ayal, Jalan Pandanaran selalu macet khususnya saat jam kerja.

"Pemerintah mestinya segera membuat kajian mengenai solusi kemacetan. Mumpung ini belum terlanjur dan masih bisa ditolong. Persoalan kemacetan di Kota Semarang harus segera dikaji mendalam," ucapnya.

Joko tidak menampik kemacetan di Kota Semarang juga disebabkan pertumbuhan jalan dan pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang yang tidak seimbang.

Karenanya, perlu kajian secara detail agar bisa ditemukan solusi yang tepat dan terbaik. Di antaranya melakukan percepatan pengadaan angkutan massal, strategi rekayasa lalu lintas, dan pengendalian pertumbuhan kendaraan.

"Selain itu Pemkot Semarang harus mampu mengoptimalkan pengelolaan jalan. Misalnya dengan cara memperbanyak jalan tembus atau jalan alternatif," terangnya. (tribunjateng/cetak/Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved