Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BTN Semarang Targetkan Rp 700 Miliar Hingga Akhir Tahun

PT Bank Tabungan Negara (BTN) Semarang menargetkan dapat mengucurkan pembiayaan hingga Rp 700 miliar.

Penulis: raka f pujangga | Editor: iswidodo
tribunjateng/raka f pujangga
KACAB BTN - ‎Deputi Branch Manager (DBM) Business BTN Semarang, Nooridlo (tengah) mengenalkan jajaran kepala cabang beberapa kota di Jawa Tengah, disela penandatangan kerjasama dengan Koperasi Jasa REI Jateng Sejahtera, di Kantor BTN Semarang, Selasa (20/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Bank Tabungan Negara (BTN) Semarang menargetkan dapat mengucurkan pembiayaan hingga Rp 700 miliar.

‎Deputi Branch Manager (DBM) Business BTN Semarang, Nooridlo mengaku optimistis dapat mencapai target Rp 650 miliar yang naik 25 persen dibandingkan tahun 2017 lalu.

‎Tingginya pertumbuhan pembiayaan pada 2018, tak lepas dari keberhasilan pencapaian target kredit pada tahun lalu.

"‎Pada tahun lalu, kami bisa mencapai 125 persen dari target pada tahun 2017. Nominalnya sekitar Rp 470 miliar‎," ujar dia, di sela-sela penandatangan kerjasama dengan Koperasi Jasa REI Jateng Sejahtera, di Kantor BTN Semarang, Selasa (20/3/2018).

Selama dua bulan pertama di awal tahun 2018, pihaknya telah mengucurkan kredit hingga Rp 60 miliar.

"Dari target bulanan memang kami belum mencapainya, karena hujan yang terus menerus membuat pembangunan rumah jadi terhambat," ujar dia.

‎Kerjasama pembiayaan dengan Koperasi Jasa REI Jateng Sejahtera pun harapannya dapat ikut mendongkrak pengucuran kredit di tahun ini.

Namun, pihaknya masih belum bisa memprediksikan jumlah kredit yang bisa dikucurkan melalui kerjasama itu.

"‎REI Jateng ini cukup besar karena mereka penyuplai sekitar 60 persen dari keseluruhan properti perumahan," kata dia.

Pihaknya mengaku siap membantu pembiayaan modal kerja untuk pengembang perumahan melakukan pembangunan.

‎Pembelian material bangunan langsung dari vendor membuat harga menjadi lebih murah dibandingkan harga pasar secara umum.

"Apalagi untuk rumah subsidi, yang harganya sudah dipatok Rp 130 juta per unit. Harga bahan baku murah akan meningkatkan efisiensi dan margin-nya," ujarnya.

Menurutnya, rumah subsidi yang menggunakan skema fasilitas likuiditas p‎embiayaan perumahan (FLPP) masih memiliki pasar yang besar.

Dicontohkan, 600 rumah subsidi yang berada di Bawen, Kabupaten Semarang‎, ludes dalam tiga bulan saja.

"Minat pasar untuk rumah subsidi masih cukup bagus. Melalui penyaluran KPR, harapannya kami bisa mendukung program pemerintah," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved