Kios di Bantaran BKT Dibongkar, Pemilik Selamatkan Barang-barang

Dengan demikian, setidaknya ada barang yang bisa diselamatkan dan tidak ikut hancur saat kios dirobohkan.

Kios di Bantaran BKT Dibongkar, Pemilik Selamatkan Barang-barang
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
pekerja menggunakan backhoe merobohkan kios PKL di Kaligawe. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suyuti bersama istrinya sibuk mempreteli kiosnya yang terletak di bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Kelurahan Kaligawe, Kota Semarang, Rabu (21/3/2018).

Ia berupaya menyelamatkan berbagai barang dari kiosnya itu sebelum dirobohkan.

Satu per satu barang yang terdapat di warung makannya dikumpulkan. Tidak ketinggalan, kusen pintu maupun jendela warungnya pun ikut diamankan.

"Mumpung belum dirobohkan Dinas pakai backhoe, saya ambil semua barang yang bisa saya pakai lagi untuk kios nanti. Ini sudah saya amankan semua," kata Suyuti.

Suyuti merasa bersyukur dengan tenggat waktu yang diberikan Dinas Perdagangan agar Pedagang Kaki Lima (PKL) membongkar sendiri kios.

Dengan demikian, setidaknya ada barang yang bisa diselamatkan dan tidak ikut hancur saat kios dirobohkan.

"Kan barang-barang bekas kios itu bisa saya pakai lagi. Jadi untuk pembangunan kios di tempat relokasi nanti tidak terlalu membengkak biayanya," ucapnya.

Tidak berselang lama, kios Suyuti pun rata dengan tanah setelah dihantam backhoe. Selain kios Suyuti, ratusan kios PKL di Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Semarang, juga rata tanah.

Dinas Perdagangan Kota Semarang mengerahkan 3 alat berat dalam pembongkaran kios setelah PKL diberi kesempatan untuk membongkar sendiri kiosnya.

"Dari 2.000-an penghuni bantaran sungai BKT terdampak dalam proses pembangunan tahap pertama ini, masih menyisakan sekitar 600-an PKL yang belum kami bongkar," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto.

Fajar Purwoto menyebutkan, dalam pembongkaran ini, semua penghuni bangunan liar tersbeut sudah rela pindah di tempat relokasi yang telah disediakan, total ada 133 bangunan yang sudah diratakan tanah.

Dengan demikian, sudah ada ratusan kios PKL di empat Kelurahan di bantaran sungai BKT yang selesai dibongkar. Yaitu Kelurahan Tambakrejo, Kaligawe, Sawah Besar, dan Rejosari. Dalam waktu dekat, dua Kelurahan lain yaitu Sambirejo dan Pandean Lamper juga akan dibongkar pada 8 April.

"Selanjutnya kami akan fokus melakukan sosialisasi kepada pemilik bangunan liar di Kelurahan Bugangan, Mlatiharjo dan Karang Tempel. Targetnya minggu ketiga April sudah selesai kami bongkar semua," tegasnya.(*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved