Projo Sindir Prabowo: Kok Malah Menebarkan Ketakutan dan Pesimisme Sih?

Pidato Prabowo Subianto yang memprediksi Indonesia pada tahun 2030 dianggap Projo sebagai retorika politik murahan

Projo Sindir Prabowo: Kok Malah Menebarkan Ketakutan dan Pesimisme Sih?
ISTIMEWA
Presiden Jokowi dan Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi beberapa waktu lalu.

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA- Pidato Prabowo Subianto yang mengatakan dan memprediksi Indonesia, sebagai negara akan bubar pada tahun 2030 dianggap Projo sebagai retorika politik murahan, pesimistis dan penuh keputusasaan. 

"Apa dasar dan motifnya? Riset dari mana? Datanya dari mana? Sebut dong sumber lembaganya. Lha , faktanya banyak lembaga ekonomi dan keuangan yang krdibel di dunia , justru memprediksi Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor lima di dunia. Kok malah menebarkan ketakutan dan pesimisme sih? " ujar Budi Arie Setiadi Ketua Umum Projo, Rabu ( 21/3/2018 ).

Budi mengingatkan, para tokoh dan pemimpin nasional harusnya menerbitkan gairah dan optimisme. Jangan novel fiksi " Ghost Fleet " dijadikan referensi untuk pidato politik.

Mengelola negara dan bangsa, lanjutnya jangan berdasarkan fiksi. Kalau pun hobi bermimpi, sindir Prabowo, mimpilah yang membawa kemajuan bagi bangsa dan rakyat ini.

Ditegaskan, negara ini lahir dari mimpi dan cita - cita besar para pejuang dan pendiri bangsa. "Bayangkan negara yang 96 persen nya buta huruf di tahun 1945 , ternyata bisa merdeka, utuh dan bersatu hingga kini," tegas Budi.

"Ini imajinasi yang luar biasa dari para pendiri bangsa kita. Mimpi - mimpi kemerdekaan kita memang belum sepenuhnya terwujud hingga kini. Tapi hanya bangsa yang optimis akan masa depannya yang mampu menghadapi tantangan jaman, " jelas Budi lagi.

Bangsa ini, menurutnya, memerlukan kepemimpinan yang inspirarif, transformatif dan menggerakkan perubahan.

Pemimpin yang menerbitkan harapan, memproduksi gairah dan optimisme. Bangsa ini bangsa besar. Warisan para pendiri bangsa, imbuhnya, sangat indah dan berharga.

"Bangsa yang sudah diperjuangkan dan didirikan dengan jutaan nyawa para pahlawan sudah selayaknya kita jaga selama hayat di kandung badan. Bangsa ini memerlukan banyak patriot - patriot sejati ," pungkas Budi. (Tribunnews.com)

Editor: galih permadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved