Pilkada 2018

Paslon Jadi Tersangka masih Bisa Mendulang Suara? Begini Kata Pengamat

Paslon Jadi Tersangka masih Bisa Mendulang Suara? News Analysis oleh Faza Dora Nailufar/Peneliti di Strategik Indonesia

Paslon Jadi Tersangka masih Bisa Mendulang Suara? Begini Kata Pengamat
tribunjateng/cetak/ist
Paslon Jadi Tersangka masih Bisa Mendulang Suara? News Analysis oleh Faza Dora Nailufar/Peneliti di Strategik Indonesia 

News Analysis oleh Faza Dora Nailufar/Peneliti di Strategik Indonesia

TRIBUNJATENG.COM - Penetapan Yaqud Ananda Gudban dan M Anton sebagai tersangka bersama 16 orang tersangka lainnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan berdampak signifikan terhadap Pilkada Kota Malang.

Pertama, kasus ini akan memengaruhi akseptabilitas atau kepantasan dan kesukaan seseorang atas kedua calon Wali Kota Malang tersebut yang kami prediksi akan menurun.
Apalagi, masyarakat Kota Malang merupakan pemilih rasional akan lebih mengedepankan program dibanding yang lainnya.

Potensi keterpilihan atau elektabilitas pun kami prediksi akan menurun drastis. Mengingat, berdasar survei yang kami lakukan, mayoritas masyarakat memilih kandidat karena mempertimbangkan figur calon wali kotanya bukan sosok calon wakil wali kotanya.
Sedangkan dari sisi popularitas, kami lihat tak akan berubah. Justru sebaliknya, popularitas justru bisa meningkat namun dalam konotasi negatif.

Nah, peran calon wakil wali kota menjadi signifikan. Syaratnya, Wanedi (Calon Wakil Wali Kota pendamping Ya’qud Ananda Gudban) maupun Syamsul Mahmud (Calon Wakil Wali Kota pendamping M Anton) bisa memunculkan kemampuan yang khusus, dominan, dan istimewa.

Di sisi lain, kasus ini sekaligus bisa menjadi kemenangan dini bagi kandidat nomor urut tiga, Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko. Syaratnya, kedua figur ini juga tak tersandung kasus serupa dengan dua kandidat sebelumnya. Perlu diingat potensi Sutiaji masuk ke dalam arus kasus ini tetap terbuka mengingat ia merupakan Wakil Wali Kota petahana yang mendampingi Anton.

Namun, apabila terhindar dari kasus ini maka peluang Sutiaji untuk terpilih pun menjadi dominan. Apalagi, Sutiaji bisa menggunakan isu pentingnya integritas dalam kepemimpinan dengan tanpa perlu menyerang secara personal.

Berdasarkan survei yang kami lakukan, isu bebas KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) menjadi salah satu pertimbangan terbesar bagi pemilih di bawah isu pengentasan kemiskinan.

Dengan tanpa menyerang secara personal, Sutiaji yang selama ini dikenal berseberangan dengan Anton bisa saja mendapat limpahan dukungan dari dua kandidat lainnya yang dikenal loyal.

Bagi Nanda maupun Anton, peluang menang tetap bisa diraih. Satu di antaranya dengan memaksimalkan mesin pemenangan relawan maupun partai.Pengurus partai di tingkat provinsi atau pun pusat juga seharusnya turun tangan untuk meng-cover tim yang ada di bawah.

Sebelumnya, kasus ini sebenarnya telah diprediksi oleh banyak pihak akan ikut menyeret keduanya pasca penetapan mantan Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang Jarot Edy Sulistyono sebagai tersangka. (Tribunjateng/cetak/Surya/bob)

Editor: iswidodo
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved