Dawet Telasih Bu Sipon di Pasar Gede Solo, Harumnya Bikin Pak Ganjar Berhenti dan Mampir

Bu Sipon sudah berjualan dawet sepuluh tahun. Sebelumnya ia berjualan sayur. Lalu mencoba berdagang buah

Dawet Telasih Bu Sipon di Pasar Gede Solo, Harumnya Bikin Pak Ganjar Berhenti dan Mampir
Tribunjateng.com/Yasmine Aulia Gunawan
Dolan ke Pasar Gede Solo tak lengkap tanpa jajan Dawet Telasih. Tak terkecuali Ganjar Pranowo ketika blusukan ke pasar yang dibangun tahun 1930 itu pada Jumat (23/3/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yasmine Aulia.

TRIBUNJATENG.COM, SURAKARTA - Dolan ke Pasar Gede Solo tak lengkap tanpa jajan Dawet Telasih. Tak terkecuali Ganjar Pranowo ketika blusukan ke pasar yang dibangun tahun 1930 itu pada Jumat (23/3/2018) pagi.

Padahal Ganjar sudah sarapan di Soto Bu Harini yang legendaris di Pasar Gede. Namun ketika melewati lapak Bu Sipon, harum dawet tetap menggoda pria berambut putih itu untuk berhenti.

"Enak tenan ternyata," kata Ganjar usai menyelesaikan sesuap dawetnya.

Pasar Gede Solo memang terkenal akan Dawet Telasih. Beberapa yang kondang adalah Dawet Telasih Bu Dermi, Bu Sipon, Bu Watik, dan Bu Siswo.

Semangkok es dawet telasih dari warung es dawet telasih Bu Dermi.
Semangkok es dawet telasih dari warung es dawet telasih Bu Dermi. (Tribun Jateng/akbar hari murti)

Dinamakan Dawet Telasih karena dawet ini menggunakan campuran biji selasih sebagai ciri utamanya. Selain biji selasih, Dawet Telasih juga berisikan bubur sumsum, cendol hijau, ketan hitam, tape ketan, dan potongan nangka.

Bu Sipon sudah berjualan dawet sepuluh tahun. Sebelumnya ia berjualan sayur. Lalu mencoba berdagang buah.

Hingga akhirnya suatu hari ia mencoba membuat dawet. Tak disangka dawet buatannya banyak dipesan orang. Menangkap permintaan pasar, maka Bu Sipon memutuskan untuk banting stir dan berjualan dawet hingga kini.

Selain menjual es dawet yang sarat "muatan", Bu Sipon juga menjual dawet utuh untuk olahan makanan yang lain.

Sembari kunjungan santai pada pagi hari, Ganjar Pranowo Gubernur petahana Jateng berburu sarapan di Pasar Gede Surakarta pada Jumat (23/3/2018).
Sembari kunjungan santai pada pagi hari, Ganjar Pranowo Gubernur petahana Jateng berburu sarapan di Pasar Gede Surakarta pada Jumat (23/3/2018). (Tribunjateng.com/Yasmine Aulia Gunawan)

"Maturnuwun Pak Ganjar, wah jan bagus tenan yo," kata Sipon ketika Ganjar pamit dari lapaknya.

Selama dua jam calon gubernur Jateng nomor urut satu itu berkeliling pasar tradisional terbesar dan terlengkap di Solo itu.

Tak cuma sarapan soto dan jajan dawet, ia juga menyapa pedagang dan mengecek beberapa barang kebutuhan pokok. Kedatangan Ganjar memancing antusiasme pedagang dan pengunjung pasar. Mereka berdesak-desakan mendekat untuk berfoto atau sekadar salaman.

Rupanya beberapa pedagang juga berasal dari Tawangmangu, Karanganyar. Bertemu dengan tetangga kampung kelahirannya, Ganjar menyempatkan berhenti dan berbincang sebentar.

"Wah dadi kangen omah," ucapnya usai bertemu Yati, pedagang sayur asal Tawangmangu.

Dari Pasar Gede, Ganjar bersama rombongan melanjutkan perjalanan mengunjungi pabrik garmen PT Delta Dunia Textil Sukoharjo. (*)

Penulis: Yasmine Aulia
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved