Misteri Balita Ditemukan Tewas di Bawah Jasad Ayahnya Yang Tergantung di Pohon Mulai Terungkap

Setelah membunuh anak kandungnya, Agung mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon mahoni.

Misteri Balita Ditemukan Tewas di Bawah Jasad Ayahnya Yang Tergantung di Pohon Mulai Terungkap
Humas Polres Kebumen
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SUKABUMI - Kasus penemuan bapak dan anak yang tewas di sebuah kebun di Kampung Legokareeuy, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih didalami dan diselidiki oleh jajaran Polres Sukabumi.

Sang bapak, Agung Akbar berusia 25 tahun ditemukan menggantung di pohon mahoni setinggi 7 meter, sedangkan anaknya, Rafi (2,5), tergeletak tak bernyawa di bawah pohon tersebut.

Hasil penyelidikan sementara, korban Rafi diduga tewas setelah dicekik bapak kandungnya.

Setelah membunuh anak kandungnya, Agung mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon mahoni.

"Hasil visum korban anak terdapat luka seperti cekikan di leher dan luka di tangan kiri korban," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sukabumi, AKP Yadi Kusyadi kepada wartawan di rumah duka di Jalan Sukabumi-Sagaranten, Desa Cijangkar, Nyalindung, Jumat malam.

Sedangkan, lanjut Yadi, hasil visum untuk bapaknya terdapat luka di leher bekas jeratan. Tidak terdapat luka lain bekas penganiayaan.

"Bapaknya diduga meninggal karena gantung diri," ujar mantan Kepala Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota itu.

Kepala Polres Sukabumi, AKBP Nasriadi mengatakan, dugaan sementara korban Rafi tewas dicekik bapaknya sendiri. Lalu, bapaknya itu mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon mahoni.

"Dugaan sementara, anaknya dibunuh dengan cara dicekik, setelah itu korban naik ke pohon dan menggantung dirinya menggunakan tali tambang," kata Nasriadi saat dihubungi wartawan, Jumat malam.

Agung Akbar yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan kota di Kota Sukabumi meninggalkan seorang istri, Novi Aprilianti (20) yang sedang hamil tujuh bulan.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved