Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilgub Jateng

Ida Ingin Pelaku Industri Pengolahan Nanas Mendapat Pendampingan Pemerintah

Berdasar rilis tim media pemenangan Sudirman-Ida, Azizah mengaku sudah mengajukan bantuan modal.

Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Ida Fauziyah di Pemalang 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Salah satu pelaku industri pengolahan nanas di Desa Belik, Kabupaten Pemalang, Azizah menuturkan masih kesulitan mengakses bantuan modal dari bank milik pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Berdasar rilis tim media pemenangan Sudirman-Ida, Azizah mengaku sudah mengajukan bantuan modal.

"Katanya, usahanya masih kecil lalu ditolak. Justru kita ingin pinjam modal itu agar usaha kita menjadi lebih besar," ujar Azizah, saat berdialog dengan calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah, Sabtu (24/3/2018) kemarin malam.

Untuk bantuan dari pemerintah, menurutnya, sudah ada. Hanya saja bentuknya berupa alat.

"Soal bantuan modal tidak ada realisasi," bebernya.

Azizah mengatakan, bersama perempuan sekitar, mereka mengolah nanas mernjadi berbagai makanan olahan. Mereka mengusung nama "Bellage".

Ada coktail, sirup, pulpy, manisan, krupuk, steak, dodol, selay, hingga sampo nanas," sebutnya.

"Terutama soal pengepakan dan marketing. Untuk pengepakan, misalnya untuk yang produk minuman," jelasnya.

Selama ini, Azizah berujar kelompoknya sudah mengantongi izin usaha rumah tangga hingga sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Namun soal pemasaran ini masih terbatas, belum bisa dijual luas," sebutnya.

Berdasar data tim pemenangan, Kecamatan Belik Pemalang adalah sentra nanas madu. Hampir semua warga bertani nanas. Harga nanas dari petani rata-rata Rp2.000/butir, dari tengkulak Rp3.000/ butir dan di pasaran mencapai Rp7.000/butir.

"Karena itu, kita berusaha melakukan terobosan dengan industri pengolahan nanas ini," kata Azizah.

Sementara itu Ida Fauziyah mengatakan, kelompok seperti "Bellage" tetap harus mendapat pendampingan dari pemerintah.

"Wilayah ini punya potensi nanas, mereka kreatif melakukan pengolahan biar ada nilai lebih. Tentu pemerintah tidak bisa lepas tangan dan perlu melakukan pendampingan," tandasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved