Breaking News:

Bupati Hafidz Harap Bank Jateng Sasar Kredit Produktif Petani Rembang

Bupati Rembang berharap Bank Jateng mampu mengepakkan sayap dalam menggulirkan dana pinjaman yang sifatnya produktif kepada petani

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: iswidodo
tribunjateng/Rifqi Gozali
BANK JATENG - Bupati Rembang Abdul Hafidz (kanan) berbincang dengan Rahadi Widayanto Direktur Operasional dan Digital Banking Bank Jateng (tengah) di gedung baru KCP Bank Jateng Lasem, Rambang, Senin (26/3/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, REMBANG – Bupati Rembang berharap Bank Jateng mampu mengepakkan sayap dalam menggulirkan dana pinjaman yang sifatnya produktif kepada petani. Hal itu dinilai mampu meningkatkan geliat ekonomi masyarakat yang notabene sebagai petani.

Selain petani, Hafidz juga berharap kredit produktif dari Bank Jateng juga mampu menyasar nelayan. Pasalnya, Kabupaten Rembang yang berada di wilayah pesisir, sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan.

“Tidak hanya nelayan dan petani, tapi juga UMKM. Karena kalau bank tidak segera menyasar ke mereka (petani, nelayan, dan UMKM) bisa jadi akan kalah pada integrasi perbankan ASEAn pada 2020,” kata Hafidz seusai peresmian penempatan gedung baru Bank Jateng KCP Lasem, Senin (26/3/2018).

Menurut Hafidz, luasan lahan tembakau di Kabupaten Rembang mencapai 5 ribu hektar.

Sedangkan lahan tebu mencapai 9 ribu hektar. Tentu masih terdapat luasan lahan pertanian lainnya. Sedangkan untuk meningkatkan komitmen Bank Jateng sebagai banknya masyarakat Jawa Tengah tentu harus ada porsi lebih.

“Kami (di rembang) punya lahan tebu 9 ribu hektar. Areal tembakau hampir 5 ribu hektar. Itu barang kali Bank Jateng bisa masuk ke sana pengembangan layanan. Hal ini akan lebih menunjukkan Bank Jateng banknya rakyat Jawa Tengah, termasuk Rembang,” kata dia.

Jadi, lanjutnya, bank jangan hanya memberikan penawaran kredit konsumtif kepada pegawa negeri. Hampir semua bank telah melakukan hal yang sama, dengan demikian iklim kompetisi satu bank dengan bank lain akan semakin sengit. Oleh sebab itu jangan sampai perbankan abai atas kredit produktif terhadap petani, nelayan, mau pun pelaku UMKM.

Lebih dari itu, Hafidz menilai sejauh ini keberadaan Bank Jateng di Rembang dinilai mampu memberikan angin segar terhadap pertumbuhan ekonomi. Terlebih pembagian deviden kepada Pemkab Rembang mencapai Rp 5.9 miliar pada tahun lalu dari setoran modal yang diberikan kepada Bank jateng.

“Kami komitmen pada tahun 2018 sampai 2019 setoran modal dari Pemkab Rembang mencapai Rp 3 triliun. Harapannya bisa dapat CSR (Corporate Sosial Rensponsibility) pada tahun 2016 kami sudah dapat Rp 500 juta. Ke depan maka kami harap mendapatkan CSR yang sama, tidak usah banyak-banyak,” katanya.

Dia menegaskan masih banyaknya rumah tidak layak huni (RTLH) di Rembang harus menjadi perhatian semua kalangan. Termasuk perbankan. Jumlah RTLH di Rembang saat ini mencapai 23 ribu.

“Maka ke depan jika mendapat kucuran CSR akan kami alokasikan untuk perbaikan RTLH. Jadi tidak hanya perbankan saja, tapi APBD Kabupaten mau pun provinsi, dan dari pusat, BUMN juga ikut mengeroyok untuk menurunkan angka kemiskinan di Rembang yang saat ini masih cukup tinggi yakni 18 persen,” katanya.

Menanggapi hal di atas, Rahadi Widayanto Direktur Operasional dan Digital Banking Bank Jateng berujar, pihaknya terus berusaha untuk meningkatkan kredit produktif. Saat ini, kredit produktif Bank Jateng sudah mencapai 34 persen. sementara sisanya merupakan kredit konsumtif. Namun persentase tersebut mengalami peningkatan setelah pada tahun 2014 hanya 17 persen.

“Bank Jateng saat ini sudah berada pada tataran Bank Buku 3, artinya bank pada tataran ini kredit produktif mencapai 65 persen. Namun ami tidak tergesa-gesa untuk memenuhi target kredit produktif 65 persen,” kata Widayanto.

Pasalnya kehati-hatian yang terapkan oleh pihaknya bukan tanpa alasan. Terbukti Non Performing Loan (NPL) dari Bank Jateng saat ini hanya mencapai 1.64 persen dari kredit yang telah digulirkan.

“Bank lain ada yang berani ekspansi terlau jauh, tapi ternyata NPL-nya mencapai 9 persen. yang pasti kmai komitmen menyandang buku 3. Tentu kami akan meningkatkannya,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved