Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cuaca Ekstrem

Jalan Penghubung Desa di Karangkobar Ambles

Sebagian badan jalan yang menghubungkan Desa Pegerpelah dan Slatri Karangkobar itu anjlok atau ambles.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: iswidodo
tribunjateng/khoirul muzaki
AMBLES - Jalan ambles di jalan penghubung Desa Pagerpelah-Slatri Karangkobar Banjarnegara, Senin 26 Maret 2018 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Hujan berintensitas tinggi dalam dua hari terakhir memicu pergerakan tanah di jalan kabupaten Desa Pagerpelah Kecamatan Karangkobar.

Sebagian badan jalan yang menghubungkan Desa Pegerpelah dan Slatri Karangkobar itu anjlok atau ambles. Akibatnya, permukaan jalan yang terpisah garis retakan itu terlihat beda tinggi.

Kepala Desa Pagerpelah Jupri mengatakan, pergerakan tanah itu pertama kali diketahui warga kemarin, Minggu sore (25/3), yang ditandai kondisi badan jalan retak.

Dampak pergerakan semakin parah pada malamnya, pukul 20.00 Wib, sebagian titik badan jalan ambles sekitar 25 cm.

"Karena faktor hujan dua hari tanpa henti," katanya, Senin (26/3)

Selain faktor hujan, kata Jupri, pergerakan tanah tersebut dipicu oleh pengikisan tebing sungai Urang. Posisi titik jalan ambles kebetulan berada persis di atas jembatan sungai Urang.

Hujan lebat menyebabkan air sungai meluap hingga mengikis tebing sungai.
Tanah penyangga jalan diduga ikut tertarik longsor tebing sungai karena pergerakan arus.

Pergerakan tanah bukan hanya menimpa titik jalan sepanjang sekitar 20 meter, namun memanjang hingga ke tanah kebun warga di sekitarnya yang juga turut ambles sekira 50 meter.

Warga mencemaskan, jika hujan lebat kembali turun, dan tebing sungai terkikis arus, pergerakan tanah bisa semakin meluas.

AMBLES - Jalan ambles di jalan penghubung Desa Pagerpelah-Slatri Karangkobar Banjarnegara, Senin 26 Maret 2018
AMBLES - Jalan ambles di jalan penghubung Desa Pagerpelah-Slatri Karangkobar Banjarnegara, Senin 26 Maret 2018 (tribunjateng/khoirul muzaki)

"Khawatirnya kalau hujan terus sungai meluap mengikis tebing. Tanah bisa anjlok lagi," katanya.

Sementara ini jalan kabupaten yang juga menghubungkan antar Kecamatan Banjarmangu dan Karangkobar Banjarnegara itu ditutup untuk lalu lintas kendaraan.

Sejak pagi tadi, warga dan beberapa aparat TNI bahu membahu untuk menutup atau menambal lubang rekahan dengan cor.

Penambalan itu di samping untuk menghambat pergerakan, juga untuk mengembalikan fungsi jalan agar lancar dilalui kendaraan.

Jalan ini merupakan akses penting bagi warga di sejumlah desa di Kecamatan Banjarmangu dan Karangkobar. Jalan ini sekaligus menjadi jalur ekonomi untuk mobilitas kendaraan pengangkut hasil pertanian warga, maupun berbagai kebutuhan pokok dari pasar Karangkobar.

Jalan ini bahkan sempat menjadi jalur alternatif utama saat jalan provinsi di Desa Paweden Karangkobar putus karena longsor beberapa waktu lalu.

Untungnya, jalan utama di Desa Paweden sudah kembali dibuka beberapa waktu lalu sehingga jalan alternatif via Slatri-Pagerpelah ini tidak lagi padat dilalui kendaraan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved