Operasi Keselamatan

Pura-Pura Mogok untuk Hindari Razia Akhirnya . . .

Namun setelah didesak dan bau minuman keras tercium dari keduanya, mereka akhirnya mengakui usai meminum Miras.

Pura-Pura Mogok untuk Hindari Razia Akhirnya . . .
tribunjateng/yasmine aulia
Berpura-pura motornya mogok, seorang pemuda malah dihampiri oleh Tim Elang 1 Polrestabes Semarang pada Jumat (23/3/2018) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim Elang 1 Polrestabes Semarang menghentikan dua remaja pengendara motor yang diketahui dalam keadaan mabuk di Jalan Mentri Supeno, Semarang, Jumat (23/3) kemarin. Pengendara motor tersebut dianggap membahayakan pengguna jalan lain saat berkendara.

Selain berkendara secara ugal-ugalan, kepulan asap yang dihasilkan dari sepeda motor RX-King remaja ini, sangat mengganggu pengendara lainnya serta warga. "Kamu tahu tidak kalau berkendara seperti itu berbahaya bagi orang lain dan diri sendiri, apalagi tidak memakai helm, nggak usah lari kalau diberhentikan," ujar anggota Tim Elang 1 Polrestabes Semarang, Bripka Aris.

Kedua pemuda itu awalnya tak mengaku jika mereka dalam kondisi mabuk. Namun setelah didesak dan bau minuman keras tercium dari keduanya, mereka akhirnya mengakui usai meminum Miras.

Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata pemuda berkaos hitam bertuliskan "generasi micin" itu tak membawa surat kelengkapan berkendara. Adapun STNK yang dibawanya tak berlaku lagi sejak enam tahun silam.

Meski pemuda tersebut mencoba membujuk Tim Elang, namun upaya pembujukkannya tak berbuah hasil. Tim Elang langsung mengamankan motor hitam tersebut ke Pos Patwal Simpanglima Semarang. "Orangtuamu nanti suruh ambil di kantor, biar tahu kelakuan anaknya di luar. Lagian kalau mabuk kayak gini tidak boleh mengendarai kendaraan," tegas anggota Tim Elang Bripka Kristiono kepada dua pemuda tersebut.

Tim Elang Polrestabes Semarang, papar Kristiono memang serius melakukan razia untuk kenyamanan warga dan wisatawan yang tengah berkunjung di Kota Semarang. Tak terkecuali timnya juga bakal menindak pengendara yang membahayakan warga.

Hal tersebut juga yang terjadi ketika tim Elang melakukan razia di depan SPBU Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jumat (23/3). Saat, melakukan razia, ada seorang pemuda yang menghentikan sepeda motornya dan pura-pura mogok.

Pemuda itu sengaja memarkirkan motornya di depan SPBU sambil menunggu rombongan Tim Elang berlalu. Sialnya pemuda tersebut malah dihampiri oleh tim Elang. "Lho ini motor apa kok ban sepeda ontel dipake?" ujar salah anggota Tim Elang saat menghampiri remaja tersebut.

Belum lagi, motor matik yang tak memiliki kelengkapan normal itu menggunakan knalpot brong yang bunyinya mengganggu para pengguna jalan. "Ini bisa hidup mesin motornya, bohong ya kamu (motor mogok)," ujar anggota Tim Elang, Mutaqqien, setelah menyalakan mesin motor.

Ketika ditanyai soal bagian motor yang tak standar, remaja tersebut beralasan bahwa body motornya sedang dicat. "Mana mungkin lagi di cat, lampu aja nggak ada di motor, emang sengaja dibuat begini pasti," tegas petugas.

Motor matik tersebut tak dilengkapi dengan lampu depan belakang, spion dan bagian pijakan kaki pengendara. Sekilas memang terlihat layaknya motor 'pretelan' yang tak dilengkapi dengan bagian-bagian motor pada umumnya.

Tim Elang akhirnya membawa pemuda dan sepeda motornya ke Pos Simpang Lima untuk diproses. Pihak Polrestabes juga tengah gencar untuk menyelidiki pelaku pencurian sepeda motor yang terjadi di Semarang. (tribunjateng/cetak/jje)

Penulis: Yasmine Aulia
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved