Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemkot Solo Evaluasi Kinerja Kelurahan dengan Cara Bikin Lomba

Pemkot Solo menggelar seleksi Lomba Kelurahan 2018 di tingkat kota, Selasa (27/3/2018).

Penulis: akbar hari mukti | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Lurah menyampaikan materi di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Selasa (27/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemkot Solo menggelar seleksi Lomba Kelurahan 2018 di tingkat kota, Selasa (27/3/2018).

Lomba ini dilakukan dalam rangka mengevaluasi kinerja kelurahan di Solo dua tahun terakhir.

Anggota dewan juri sekaligus Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPA PM) Solo, Widdi Srihanto memaparkan pada seleksi tahap pertama, masing-masing kelurahan diberi kesempatan memaparkan evaluasi program yang sudah dilakukan.

Setelah itu, Widdi menjelaskan dewan juri melakukan penilaian pada masing-masing Kelurahan.

"Tahap pertama ini kita menilai dari performa. Kita nilai performa dan materi yang dipaparkan, serta kerjasama menyelesaikan masalah," jelas Widdi.

Menurutnya, kerjasama itu di antaranya harus melibatkan seluruh aspek dari PKK hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) di kelurahan setempat.

Ia memaparkan lomba dilakukan tiap tahun ini bertujuan tercipta perubahan dan perkembangan di tingkat kelurahan di Solo. Menurut Widdi, kelurahan yang berhasil menjadi juara di tingkat kota ini bakal maju di tingkat provinsi.

"Tapi evaluasi ini bukan masalah menang kalah. Tapi bagaimana perkembangan kelurahan di Solo selama dua tahun bisa dilihat," ujarnya.

Lurah Setabelan, Solo, Sudadi mengaku pihaknya sudah bekerja keras dalam lomba tersebut.

"Sudah lengkap semua program yang kami lakukan untuk kelurahan. Tinggal kami paparkan saja," katanya.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menambahkan kepada 51 kelurahan yang berpartisipasi mengikuti lomba harus memenuhi beberapa unsur penting. Salah satunya pada pendataan jumlah penduduk di wilayah yang harus terperinci.

"Jadi yang dihitung tidak hanya penduduknya tok. Tapi juga jumlah warga miskin, rentan miskin, yang terkena penyakit TBC, rumah tidak layak huni ada berapa," katanya. (Ahm)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved