Liputan Khusus

Iespa Gandeng Udinus Garap Kampus bagi Gamers

Iespa Gandeng Udinus Garap Kampus bagi Gamers. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Indonesia e-Sport Association (Iespa) Jateng, Nicodemus

Iespa Gandeng Udinus Garap Kampus bagi Gamers
tribunjateng/dok
LIPUTAN KHUSUS TRIBUN JATENG 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bermain game online tak lagi hanya dipandang sebagai kegiatan negatif, tetapi juga sebagai olahraga, dan pekerjaan untuk mendapatkan uang. Bahkan, bermain game kini juga merupakan profesi jika dilakukan secara profesional.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Indonesia e-Sport Association (Iespa) Jateng, Nicodemus D Nugrah Widiutomo. Menurut dia, gamer profesional. Mereka dilihat dari keikutsertaan dan prestasinya dalam mengikuti sebuah kompetisi. Para pemain profesional itu digaji oleh manajemen atau klub yang membawahi mereka.

"Mereka bisa disebut gamer profesional jika levelnya sudah berhasil memenangkan kompetisi game di skala nasional," katanya, kepada Tribun Jateng, baru-baru ini.
Sejauh ini, Nicodemus menuturkan, Jateng, khususnya Semarang belum memiliki tim game profesional. Sebab, skill player belum mencukupi itu. Ditambah masalah regenerasi atau keberlanjutan sebuah tim juga belum ada.

Dengan kondisi itu, kini hadir Perkumpulan olahraga elektronik Indonesia IeSPA. Keberadaanya seperti PSSI-nya untuk sepakbola. Iespa berada di bawah naungan Federasi Olahraga Rekreasi (Formi) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

IeSPA Jateng dibentuk pada 2014. Kegiatannya menjawab segala masalah yang ada terkait dengan perkembangan game online, yaitu regenerasi, dan melahirkan player profesional.
Pada Senin, (24/3) lalu, Iespa menjalin kerja sama program eSport Kampus dengan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. Nantinya akan ada kelas atau akademi khusus sebagai jembatan para gamers amatir menjadi pemain profesional.

Dilatih

Melalui kerja sama dengan Udinus itu, mahasiswa Udinus yang tertarik menjadi gamers profesional akan dilatih. Tentunya dengan mentor-mentor handal di bidangnya.
"Mahasiswa di luar jam kuliah akan dilatih menjadi gamers profesional. Ini agar (Jateng, khususnya Semarang-Red) punya satu tim setara tim profesional," ujarnya.

"Kenapa perlu ada kerja sama dengan kalangan kampus? Karena tidak bisa dipungkiri, stigma game masih dipandang negatif bagi sebagian orang tua. Lewat kerja sama ini menandakan game ternyata bagian dari pendidikan," jelasnya.

Nantinya, program eSport Kampus akan membawahi semua jenis game. Mulai dari PC, game konsol, hingga gadget. Udinus akan menjadi universitas pertama di Indonesia yang mempunyai program eSport.

Adapun, Udinus Semarang siap berpartisipasi untuk mencetak atlet-atlet muda profesional di bidang eSport dengan melakukan Memorandum of Referendum (MOU) bersama IeSPA.
Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Kerjasama, Pulung Nurtantio Andono menyatakan, pihaknya melihat potensi para gamers di Indonesia sangat banyak dan memiliki potensi yang dapat membanggakan Indonesia di kancah internasional.

"Namun selama ini gamers belum memiliki jalur yang tepat dan banyak disalahartikan sebagai kegiatan yang buruk. Melalui MOU ini, Udinus akan mengarahkan para gamers agar menjadi gamers yang profesional dan berprestasi,” paparnya.

Menurut dia, Udinus akan mempersiapkan fasilitas penunjang bagi mahasiswa yang bergabung dengan komunitas di bawah bimbingan IeSPA. Games tak hanya menjadi alat untuk hiburan semata, tetapi juga menjadi alat untuk meningkatkan keilmuan mahasiswa.

“Kami akan fasilitasi PC dengan spesifikasi yang tinggi untuk menunjang peningkatan skill mahasiswa dalam soal games. Mahasiswa beberapa tahun terakhir sudah banyak yang mengambil tugas akhir mengenai games yang banyak beredar selama ini speerti DOTA,” terangnya. (tribunjateng/cetak/lipsus)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved