Saksi Jelaskan Anin Siswa Berprestasi dan Aktif di OSIS

Saksi Jelaskan Anin Siswa Berprestasi dan Aktif di OSIS. Hal itu terungkap saat sidang di PTUN Semarang, Selasa (27/3/2018).

Saksi Jelaskan Anin Siswa Berprestasi dan Aktif di OSIS
hesty imaniar
Saksi Jelaskan Anin Siswa Berprestasi dan Aktif di OSIS. Hal itu terungkap saat sidang di PTUN Semarang, Selasa (27/3/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sidang lanjutan gugatan terhadap Kepala SMA Negeri 1 Semarang, Endang Suyatmi, oleh ayah Anindya Puspita Helga Nur Fadhil atau Anin, siswa SMAN 1 Semarang yang dikeluarkan, kembali berlangsung di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Selasa (27/3).

Sidang kemarin mengagendakan mendengarkan keterangan saksi dari penggugat, ayah Anin. Kuasa Hukum ayah Anin, Aris Septiono dalam sidang itu menyerahkan tiga bukti tertulis tambahan dan 4 saksi.

Keempat saksi itu, dua di antaranya yakni Retno Asih dan Khairina, yang mana keduanya adalah alumni SMAN 1 Semarang. "Alumni itu, tadi memberikan keterangan yang membuat kita semua, bahkan majelis hakim tahu, bahwa Anin adalah siswa berprestasi yang mengharumkan nama SMAN 1 Semarang, lewat kegiatan olahraga dan OSIS," katanya.
Selain itu, kedua saksi alumni itu, juga menegaskan bahwa Anin, merupakan siswa yang aktif di dunia OSIS.

Selain itu, hadir juga ayah Afif, Sodikin sebagai saksi, yang menceritakan kronologis kejadian dikeluarkannya Afif dan Anin. Dia dipanggil oleh pihak sekolahan, untuk hadir, bahwa pada saat mereka datang, pembicaraan yang dilakukan adalah soal video yang diketahui oleh SMAN 1 Semarang atas perbuatan Afif dan Anin.

"Kemudian disuruh pilih sama pihak sekolah, mengundurkan diri atau jalur hukum. Dia pun kaget, karena saat itu ayah Afif juga datang. Bahkan, tanggapan dari pihak kepala sekolah pun membuatnya merasa terintimidasi," jelasnya.

Ayah Afif saat memberikan keterangan, juga mengaku bahwa pihaknya merasa terintimidasi, bahkan membuat pihaknya, dan putranya tertekan.

"Jujur kami tertekan waktu itu, Afif akhirnya sekarang ini sekolah di SMAN 6 Semarang, pun demikian dengan Anin yang bersekolah di SMAN 2 Semarang," jelas Sodikin.

Selain itu, juga hadir, saksi Eko Roeysanto, dari Komisi Perlindungan Gender dan Anak Jateng. Dia mengatakan pada waktu itu untuk mengambil inisiasi rekomendasi atas kasus tersebut.

"Pihak sekolah ikut bertanggung jawab karena kejadian ini berada di lingkungan sekolah, kemudian juga dampak psikologis juga harus diperhatikan, terutama untuk dua anak ini, kami juga sudah meminta kepada Gubernur Jateng, untuk melakukan investigasi untuk kasus ini, termasuk sanksi," beber Eko.

Sidang berikutnya, akan digelar Kamis (28/3) agenda menghadirkan saksi dari pihak tergugat. (tribunjateng/cetak/hei).

Penulis: hesty imaniar
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved