Sukses Usaha Coklat di Yogyakarta, Kini Sandi Kembali ke Batang Rintis Makaroni

Menjadi seorang pengusaha sukses di bidang kuliner sudah menjadi keinginan Aufa Diwa Arsandi sejak duduk di bangku sekolah.

Sukses Usaha Coklat di Yogyakarta, Kini Sandi Kembali ke Batang Rintis Makaroni
Istimewa
Makaroni 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani.

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Menjadi seorang pengusaha sukses di bidang kuliner sudah menjadi keinginan Aufa Diwa Arsandi sejak duduk di bangku sekolah.

Melanjutkan di perguruan tinggi dengan mengambil jurusan Manajemen Ekonomi dan Bisnis di Yogyakarta, pemuda asli Batang ini semakin ingin merealisasikan keinginannya tersebut.

Di sela-sela kegiatannya sebagai mahasiswa, Ia pun mulai berwirausaha.

Bersama keempat temannya Ia mulai merintis usaha coklat batangan, dark coklat yang dipadupadankan dan diroasting sendiri dengan kopi robusta khas Merapi.

Sandi sapaan akrabnya mengatakan bahwa selain rasa dan kualitas, Ia juga menjual konsep yang unik dan fresh, dengan kemasan yang membuat konsumennya penasaran.

"Jadi coklat wani ora itu dikemas dengan label bergambar tokoh horor, sehingga konsumen penasaran dan mencoba. Itulah kenapa saya beri nama wani ora yang memberi kesan berani tidak makan coklat ini," ujarnya kepada Tribunjateng.com.

Dari coklat wani ora, Ia bisa menghasilkan puluhan juta perbulan.

Laki-laki berkacamata yang berusia 22 tahun ini, juga pernah masuk 10 besar wirausaha muda mandiri tingkat regional Jateng-DIY pada tahun 2017.

Sukses berbisnis di Yogyakarta, Sandi yang lulus dengan predikat cumlaude Sarjana Ekonomi pada satu bulan lalu ini memutuskan untuk kembali ke tempat asalnya yaitu di Kabupaten Batang.

Halaman
12
Penulis: dina indriani
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved