Breaking News:

6 Saksi Tergugat SMAN 1 Semarang Dihadirkan di Persidangan

Selain Santi, Deni juga menerangkan banyak hal, misal, pertimbangan untuk mengeluarkan Anindya dan Afif saat itu

hesty imaniar

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lanjutan sidang gugatan atas nama Suwondo, ayah Anindya, siswa SMAN 1 Semarang yang dikeluarkan dari sekolahnya, pada sidang ke 4 ini, sejumlah 6 saksi dari tergugat dihadirkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Kamis, (29/3/2018).

Saksi dari tergugat itu adalah merupakan saksi fakta dan saksi ahli, diantaranya, Deni, sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Santi, salah satu orang tua siswa SMAN 1 Semarang, Moh Abdul, dari Komite SMAN 1 Semarang, Hari Mulyanto dan Ernes, keduanya dari Dinas Pendidikan Jateng, serta Pratama Heri Herlambang, sebagai tenaga pengajar di Unnes Semarang.

Dikatakan oleh Santi, bahwa, pihaknya mengetahui adanya anaknya yang juga jadi salah satu korban, dari pihak sekolah. Termasuk, Santi yang sempat melaporkan kasus tersebut di pihak kepolisian, juga mengaku dapat informasi dari pihak sekolah.

"Tahu dari pihak sekolah," katanya, Kamis (29/3/2018).

Selain Santi, Deni juga menerangkan banyak hal, misal, pertimbangan untuk mengeluarkan Anindya dan Afif saat itu, berdasarkan dari penghitungan dan penilaian poin.

Keterangan dan Deni itu pun mengundang pertanyaan dari pihak penggugat, yakni Kuasa Hukum Suwondo, Aris Septiono, bahwa penghitungan poin itu, apakah sudah sesuai dengan aturan yang ada.

"Pada prinsipnya, semua saksi ini ya menjelaskan apa yang mereka ketahui, meski ada beberapa hal yang menggelitik kami, misal Santi, tahu anaknya jadi korban, masak dari pihak sekolah," jelas Aris.

Selain itu, beberapa saksi ahli, juga memberikan keterangan, sebagaimana mestinya yang ada dibeberapa aturan yang ada di instansi mereka.

"Ya sejauh ini saksi ahli menyampaikan apa yang ada di bidang mereka. Misalnya, terkait Daftar Nominasi Sementara (DNT) yang sempat saya bolak balik pertanyaan tadi, yakni DNT dari sekolah sesuai dengan kebijakan, bisa dipakai disekolah baru, tapi sebaliknya tidak bisa," bebernya.

Halaman
12
Penulis: hesty imaniar
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved