Aliansi Mahasiswa Solo Raya Berunjuk Rasa. Ini Tuntutan Mereka
ejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Solo Raya gelar unjuk rasa di depan kompleks Manahan Solo, Kamis (29/3/2018) sore
Penulis: akbar hari mukti | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Solo Raya gelar unjuk rasa di depan kompleks Manahan Solo, Kamis (29/3/2018) sore.
Mereka protes dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.
Seperti diketahui, Pemerintah melalui BUMN pengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertalite hingga Rp 200,- per liter.
Adapun, kenaikan harga pertalite ini berlaku mulai Sabtu (24/3/2018) pukul 00:00.
Berdasar pantauan para mahasiswa ini berunjuk rasa membawa spanduk bernada kecaman terkait kebijakan pemerintah tersebut.
Misalnya 'turunkan Harga BBM yang naik diam-diam', 'Kangen Premium #diemdiembae', hingga 'Solo Menolak Kenaikan Harga BBM'.
Sebelum berunjuk rasa, aksi ini diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu orator mulai berorasi.
Juga ada aksi mendorong motor menuju sebuah SPBU di kawasan Manahan Solo.
Di sana mereka membeli bbm jenis pertalite menggunakan 1 koin uang Rp 200,-.
Muhammad Nur, koordinator aksi memaparkan bila para mahasiswa menuntut 3 hal kepada pemerintah. Di antaranya menolak kenaikan harga BBM yang dirasa mereka menyengsarakan Rakyat, lalu menuntut pemerintah untuk menjaga ketersediaan BBM subsidi bagi masyarakat miskin.
Yang terakhir, mereka ingin kewenangan harga BBM diberikan ke pemerintah tanpa melihat harga minyak dunia.
"Mahasiswa serukan ke pemerintah, bbm tak harus naik sebenarnya. Jangan sampai naik, karena dalam tahun ini bbm sudah 2 x naik. Ini pun diam diam naiknya, dan tak mensosialisasikan ke rakyat," ujar Muhammad.
Dirinya pun menegaskan, pihaknya dengan tegas menolak kebijakan kenaikan harga bbm tersebut. Muhammad menjelaskan, apabila dalam 3 hari ke depan harga bbm tak kunjung turun, maka pihaknya akan melakukan demo yang lebih besar di Solo.
"Kalau harga minyak dunia naik, harga bbm ikut naik. Tapi kenapa saat minyak dunia harganya turun, bbm di sini harganya tak ikut turun? Bahkan naik terus," jelas Muhammad. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/demo-mahasiswa-solo_20180329_181915.jpg)