Datangi Balai Rehabilitasi Sosial Solo, Mensos Idrus Marham Upayakan Bantuan Pembinaan

Menteri Sosial Republik Indonesia, Idrus Marham mendatangi Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso, Solo

Datangi Balai Rehabilitasi Sosial Solo, Mensos Idrus Marham Upayakan Bantuan Pembinaan
akbar hari mukti
Idrus Marham saat pemaparan di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso, Solo, Jumat (30/3/2018) malam. Idrus Marham saat diberi kenang-kenangan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Menteri Sosial Republik Indonesia, Idrus Marham mendatangi Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso, Solo, Jumat (30/3/2018) malam. Kedatangan Idrus adalah untuk mendatangi para penyandang disabilitas di balai rehabilitasi tersebut.

Di sana, Idrus tampak senang saat diberikan kenang-kenangan berupa tas kain dari salah seorang penyandang disabilitas. Selain tas kain, Idrus juga diberikan kenang-kenangan lain berupa figura foto berisi foto sang menteri.

Idrus, usai berkunjung menjelaskan bila ia kagum dengan semangat para penyandang disabilitas di tempat tersebut. Menurutnya, mereka semua, bahkan juga yang masih anak-anak, memiliki semangat pantang menyerah dalam kehidupan.

"Saya berkunjung ke balai ini, jujur mebgatakan saat berkeliling saya menyaksikan betul betapa mereka ingin hidup, ingin mewarnai dunia dengan kisah mereka," jelasnya.

Sekaligus Idrus menjelaskan, bahwa para penyandang disabilitas harus tetap memiliki pengetahuan dan keterampilan cukup sebagai bekal hidup. Tugas negara adalah memberikan hal tersebut bagi mereka.

"Setelah penggemblengan, pembinaan dan keterampilan, mereka luar hiasa. Punya rasa kreativitas dan bisa menghasilkan beberapa hal berharga sesuai kemampuan," ujarnya.

Menurutnya hal itu harus dihargai. Ia pun ingin, balai-balai rehabilitasi sosial di Indonesia termasuk di Solo bisa melahirkan putra-putri bangsa yang memiliki kreativitas tinggi.

"Walau mereka punya keterbatasan tetapi setelah dibina, akhirnya tetap tumbuh dengan baik dan berkepercayaan tinggi," papar Idrus.

Disinggung terkait bentuk dukungan Kemensos, Idrus memaparkan saat ini pihaknya baru bisa memberikan bantuan berupa operasional di balai tersebut. Meski enggan memberikan angka pasti, ia memaparkan dari anggaran yang ada di Kemensos, bantuan lebih ke para penyandang disabilitas belum bisa diberikan.

"Bentuk dukungan kemensos belum cukup. Dari anggaran yang ada, 60% lebih buat operasional gaji, sisanya pengembangan dan itu, sayangnya, belum cukup," ujarnya.

Meski begitu ia mengaku tak tinggal diam. Menurutnya, Kemensos siap bekerjasama dengan stakeholder terkait untuk bisa maksimal memberikan bantuan.

"Khususnya bisa memaksimalkan pembiayaan kepada mereka, misal kursi roda, dan lain-lain," ujarnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved