Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilgub Jateng

Gusti Moeng Titipkan Keraton Solo Agar Tidak Disa-siakan Pada Gus Yasin

Ikat kepala khas Jawa itu langsung disematkan oleh Gusti Moeng ke kepala Gus Yasin, Jumat (30/3/2018).

Tayang:
Penulis: Yasmine Aulia | Editor: Catur waskito Edy
yasmine aulia
Gusti Moeng - Gu Yasin 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yasmine Aulia

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Di Ndalem Kayonan Keraton Surakarta Hadiningrat, peci yang biasanya melekat di kepala Calon Wakil Gubernur Taj Yasin berganti dengan blangkon. Blangkon itu sebagai simbol dititipkannya aspirasi keraton Solo kepada pasangan calon Ganjar Pranowo - Taj Yasin.

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandasari Koes Moertiyah sendiri yang memberikan blangkon tersebut kepada Gus Yasin. Ikat kepala khas Jawa itu langsung disematkan oleh Gusti Moeng ke kepala Gus Yasin, Jumat (30/3/2018).

"Saya titip agar Keraton solo tidak disia-siakan, karena ini juga merupakan cikal bakal Republik Indonesia," kata Adik dari Raja Keraton Solo Paku Buwono XIII Hangabehi itu.

Anggota DPR RI itu juga menceritakan sejarah perjuangan Keraton hingga menjadi bagian dari Republik Indonesia.

Ia menyampaikan, Keraton Solo merupakan yang terlengkap di Jawa Tengah. Bahkan, keraton Yogyakarta pun kalah lengkap dari sisi literatur dan kelengkapan lain.

Gusti Moeng - Gu Yasin
Gusti Moeng - Gu Yasin (yasmine aulia)

"Blangkon merupakan salah satu simbol Budaya Jawa. Harapan kami, Gus Yasin akan berjuang melestarikan budaya jawa (saat terpilih jadi Wakil Gubernur)," katanya dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com.

Suami Gusti Moeng, Kanjeng Edi Wirabhumi pun berpesan pada Gus Yasin untuk selalu melestarikan kebudayaan Jawa.

"Jadi Gusti Moeng bukan hanya titip secara pribadi tapi budaya jawa secara keseluruhan," tuturnya.

Gus Yasin menanggapi, sering mendapat cerita dari ayahnya KH Maimoen Zubair tentang Keraton Solo. Ia pun berjanji akan turut melestarikan budaya jawa sesuai pesan Gusti Moeng.

"Bersama Mas Ganjar, kami akan bersama-sama melestarikan dan mengenalkan agungnya budaya leluhur, khususnya untuk generasi muda yang sekarang agak mulai meninggalkan sejarah," kata pria asal Rembang itu. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved