Sekolah Terminal Kota Tegal yang Jadi Harapan Pedagang Asongan dan Pengamen
Sekolah terminal di Terminal Kota Tegal menjadi harapan para pedagang asongan dan pengamen yang tidak memiliki biaya untuk melanjutkan sekolah
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - Sekolah terminal di Terminal Kota Tegal menjadi harapan para pedagang asongan dan pengamen yang tidak memiliki biaya untuk melanjutkan sekolah menuntaskan wajib belajar 9 tahun bahkan hingga 12 tahun.
Sesuai namanya, sekolah terminal atau pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Sakila Kerti, yang berarti upaya untuk menjadi lebih baik, merangkul orang yang termarjinalkan dan berupaya lebih melek lagi terhadap ilmu pengetahuan.
"Di sini, pedagang asongan atau warga terminal bisa meneruskan jenjang pendidikan mereka. Yang tadinya hanya tamatan SD, bisa melanjutkan sekolah SMP di sini," kata pengelola sekolah terminal Sakila Kerti, Yusqon, Sabtu (31/3/2018).
Sistem pendidikannya sama dengan sekolah paket atau nonformal, terdiri dai kejar Paket A, B, dan C. Pedagang dan warga yang biasa beraktifitas di terminal tidak ditariki pungutan biaya untuk bersekolah.
"Saya berpikir mereka itu harus menantang bodoh. Kebodohan bisa ditentang dengan cara belajar," ujar pria yang menyandang gelar doktoral di bidang pendidikan itu.
Tenaga pengajar didatangkan juga dari berbagai disiplin ilmu yang menjadi sukarelawan yang ingin mengamalkan ilmu pengetahuannya.
"Mereka berada di terminal itu hanya sementara, tidak mungkin hidup di terminal terus. Setelah itu mereka bisa mengabdi di masyarakat dengan kepercayaan diri yang ada setelah mendapatkan bekal ilmu dari sini," ucap Yusqon.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal, Johardi, menuturkan sebelum adanya sekolah terminal, terbentuk terlebih dahulu taman bacaan masyarakat.
"Adanya program literasi mengharuskan taman bacaan masyarakat dioptimalkan, termasuk di terminal. Kemudian, berkembang menjadi pusat kegiatan belajar masyarakat yang didalamnya terdapat penyelenggaraan kejar Paket A, B, dan C," jelasnya.
Sekolah terminal, kata dia, merupakan tempat penyelenggara pendidikan bagi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah melalui Sakila Kerti memberikan kesempatan seluas- luasnya untuk masyarakat mengenyam pendidikan dan mendapatkan ijazah.
"Warga yang belum bisa melanjutkan pendidikan di sekolah formal, bisa melanjutkannya di sekolah terminal nantinya akan mendapakan ijazah setara SD, SMP, ataupun SMA," imbuhnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sekolah-terminal-tegal_20180331_115111.jpg)